Polres Bener Meriah Tetapkan 4 Tersangka Pengoplos LPG Bersubsidi

"Pengoplosan gas dari tabung 3 kg subsidi ke tabung gas 12 kg non subsidi dengan tujuan meraup keuntungan yang lebih besar."

Polres Bener Meriah Tetapkan 4 Tersangka Pengoplos LPG Bersubsidi

Polres Bener Meriah Tetapkan 4 Tersangka Pengoplos LPG Bersubsidi

"Pengoplosan gas dari tabung 3 kg subsidi ke tabung gas 12 kg non subsidi dengan tujuan meraup keuntungan yang lebih besar."

Bener Meriah - Polres Bener Meriah menggelar konferensi pers terkait kasus tindak pidana pengoplosan LPG 3 Kg subsidi ke dalam tabung LPG 12 kg non subsidi. Kamis 13 September 2018 di halaman Polres Bener Meriah.

Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli,SH.,SiK.,M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu. Wijaya Yudi menyampaikan, dalam kasus tindak pidana pengoplosan LPG 3 kg subsidi ke dalam tabung LPG 12 kg non subsidi pihaknya telah menetapkan 4 orang tersangka. 

Lebih lanjut Iptu Wijaya Yudi menjelaskan, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa dipangkalan gas LPG UD Barokah di Kampung Jamur Ujung Kecamatan Wih Pesam sering tutup dan kehabisan pasukan gas 3 kg. Atas informasi  tersebut, unit Opsal Sat Reskrim Polres Bener Meriah langsung melakukan penyelidikan

Iptu Wijaya Yudi lebih lanjut menyampaikan, pada hari Jum’at tanggal 31 Agustus 2018 sekira pukul 13.00 WIB Tim Opsal Sat Reskrim melihat dan mencurigai sebuah mobil box daihatsu warna putih dengan nomor polisi BL 8142 YB keluar dari pangkalan gas UD Barokah, melihat hal tersebut tim langsung pengecekan dan pemeriksaan terhadap muatan mobil tersebut.

Dari mobil tersebut, ditemukan 10 tabung gas 12 kg yang akan dibawa keluar, ketika itu petugas langsung mengamankan 3 orang pelaku, kemudian dengan cepat petugas melakukan pemeriksaan terhadap tempat pangkalan gas UD Barokah, dimana ditempat itu ditemukan 3 set selang warna kuning yang terpasang 2 kepala regulator gas yang telah dimodifikasi.

"Selanjutnya, atas ketiga orang pelaku dilakukan introgasi dan benar saja 3 orang tersebut mengakui telah melakukan pengoplosan (pemindahan) gas dari tabung 3 kg subsidi ke tabung gas 12 kg non subsidi dengan tujuan meraup keuntungan yang lebih besar," jelas Iptu Wijaya Yudi.

Adapun tersangka masing-masing, RD (44) Kampung Simpang Bahgie Kecamatan Bandar, yang merupakan otak pelaku pengoplosan, MA ( 21) Kampung Simpang Balik Kecamatan Wih Pesam merupakan pelaku, MY (26) Kampung Simpang Bahgie, pembantu pelaku RD. Dari hasil pengembangan Polres Bener Meriah menetapkan satu orang lagi tersangka seorang perempuan JM ( 47) Kampung Gele Gantung Kecamatan Kebanyakan yang merupakan penerima ( penadah) atau pembeli tabung gas 12 kg.

Terhadap RD, MA, MY telah dilakukan penahanan, sementara JM saat ini masih dalam keadan sakit. Atas perbuatan tersangka telah melanggar pasal 62 ayat 1 subs pasal 8 ayat 1 hutuf a, b, c dan e Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman kurungan 5 tahun atau pidana denda sebanyak 2 milyar, selanjutnya pasal 53 huruf d Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang miyak dan gas bumi dengan ancaman kurungan 3 tahun atau denda paling banyak 30 milyar, dan pasal 32 ayat 2 subs pasal 30 Undang-undang nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal jo pasal 55 KUHPidana dengan ancaman kurungan 6 bulan atau pidana denda 500.000. 

Adapun barang bukti yang diamankan, satu unit mobil box merk daihatsu gran max warna putih, satu STNK, 31 tabung gas ukuran 12 kg kosong, 106 tabung gas 3 kg  kosong, 4 set selang rakitan, satu buah selang warna hitam, 214 segel tabung gas, 2 kran kompressor, 3 tabung gas 12 kg dalam keadan berisi hasil oplosan.[]