Potensi Wisata di Aceh yang Belum Terjamah Harus Dibenahi

Potensi Wisata di Aceh yang Belum Terjamah Harus Dibenahi
Ilutrasi Objek Wisata Sabang/ Foto: pegipegi.com

Potensi Wisata di Aceh yang Belum Terjamah Harus Dibenahi

Sabang -  Salah satu pemikat investor datang ke Aceh adalah potensi wisata. Untuk itu diperlukan adanya upaya dari semua pelaku ekonomi di Aceh termasuk para pejabat terkait untuk membenahi kepariwisataan di daerahnya, sehingga dapat mengundang wisatawan untuk berkunjung.

"Sabang sudah menjadi destinasi nasional, tapi daerah lain juga banyak potensi wisata yang belum digarap dengan bagus. Diharapkan nantinya objek-objek tersebut juga bisa mengikuti jejak Sabang," kata Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Muhammad Raudhi dalam Rapat Koordinasi Bidang Perekonomian se-Aceh tahun 2017, di Setdako Sabang, Rabu 25 Oktober 2017.

Selian itu, untuk memikat para investor datang dan mengembangkan bisnis di Aceh, dinilai perlu dilakukannya reformasi perizinan. Yaitu dengan cara memberi kemudahan dalam mengurus izin berinvestasi.

"Dengan demikian tidak ada alasan bagi investor untuk angkat kaki di Aceh. Apa yang mereka perlukan kita harus berikan kemudahan," tegasnya

Sementara itu, Direktur Pelayanan Badan Koordinasi Penanaman Modal, Parwoto Taruno menyebutkan, di masa kemajuan teknologi seperti sekarang, para pemangku kepentingan harus memberikan kemudahan perizinan kepada investor yang akan menanamkan investasi di Aceh.

"Ketemu investor hanya jika ada masalah. Selebihnya bisa dilakukan dengan pemanfaatan media teknologi," ujarnya

Selain itu, kata Parwoto,  kemajuan IT di Indonesia menjadikan komunikasi data dengan berbagai pusat sistem telah dibangun. Di mana data antara daerah dan pusat telah terintegrasi secara online. Hal itu merupakan sebuah peluang bagi negara ini untuk menjaring banyak investor ke Indonesia khususnya Aceh.

“Jika hal itu sukses dilakukan, cita-cita Pemerintah Aceh menjadikan daerahnya sebagai pusat perekonomian Indonesia di wilayah barat pasti akan terlaksana,” tandasnya.

Kepariwisataan merupakan merupakan salah satu prioritas investasi di Aceh yang termuat dalam RPJM Aceh tahun 2017-2022. Selain pariwisata ada tiga prioritas lain, yaitu agro industi (pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan), infrastruktur dan energi serta pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe.[]