PPIH Embarkasi Aceh Dilantik, Direktur BUHK Minta Pelayanan Harus Maksimal

"Persiapkan prosedur sejak awal, dan waktu yang ada untuk dipergunakan sebaik mungkin"

PPIH Embarkasi Aceh Dilantik, Direktur BUHK Minta Pelayanan Harus Maksimal

PPIH Embarkasi Aceh Dilantik, Direktur BUHK Minta Pelayanan Harus Maksimal

"Persiapkan prosedur sejak awal, dan waktu yang ada untuk dipergunakan sebaik mungkin"

Banda Aceh - Gubernur Aceh yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Drs H Rahmad Fitri, HD MPA melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh Tahun 1439 H/2018 M di Aula Jeddah Embarkasi Haji Aceh, Banda Aceh, Rabu 4 Juli 2018.

Pada pelantikan tersebut sekaligus dilakukan "Meal Test" menu makanan yang akan disajikan kepada jamaah haji selama berada dalam penerbangan ke Arab Saudi.

Dalam sambutannya Gubernur Aceh mengatakan pemerintah daerah mendukung sepenuhnya pelaksanaan ibadah haji.

"Pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya kelancaran pelaksanaan haji, melalui sistem dan prosedur yang berlaku," ujar Rahmad Fitri.

"Persiapkan prosedur sejak awal, dan waktu yang ada untuk dipergunakan sebaik mungkin, Kami juga mengharapkan melalui petugas dapat membantu jamaah dalam kelancaran pembagian Baitul Asyi," tambahnya.

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen PHU Nomor 248 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi/Debarkasi Aceh Tahun 1439 H/2018 M dengan Ketua, Drs.H.M Daud Pakeh. 

Pelantikan itu turut dihadiri Direktur Jenderal Penyelengara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag RI yang diwakili Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI, H M Arfi Hatim, M.Ag.

Dalam kesempatan tersebut, Arfi mengajak PPIH Embarkasi Aceh untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan untuk jamaah haji.

Dikatakannya, Kemenag selalu berusaha meningkatkan pelayanan, dengan berbagai terobosan dan inovasi. Setiap tahun terus dilakukan peningkatan dan berdasarkan evaluasi operasional tahun lalu. Upayakan indek kepuasan pelayanan meningkat tahun ini, tahun lalu 84.85 %. Menteri menargetkan ada penambahan 0.15 persen, sehingga menjadi 85 persen.

"Keinginan itu semua dapat terwujud tidak lepas dari peran kita semua untuk pelayanan, dimulai dari Embarkasi," ujarnya sambil berharap kepada PPIH Embarkasi Aceh dapar memberikan pelayanan maksimal, karena pelayanan tepadu dan terintegrasi dengan beberapa instansi di mulai dari sini.

Arfi juga mengapresiasi sinergisitas jajaran Kemenag Aceh dan Pemerintah Aceh serta instansi terkait lainnya yang telah bersinergi untuk berusaha mempersiapkan segala sesuatu yang maksimal untuk pelaksanaan haji tahun 2018.

"Kami mengapresiasi kepada jajaran Kemenag Aceh dan Pemkab serta instansi lain yang telah bersinerji untuk pelaksanaan haji dan berusaha mempersiapkan segala sesuatu yang maksimal untuk tahun 2018," ujarnya mewakili Dirjen PHU.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus (BUHK) Kemenag RI, HM Arfi Hatim MAg mengungkapkan, masih belum tuntasnya pembangunan asrama haji embarkasi Banda Aceh sejak 2013, selayaknya diserahkan kepada pihak penegak hukum.

"Kita serahkan saja kepada aparat penegak hukum menyelesaikannya, jika memang kasus itu sudah ditangani aparat penegak hukum," tegas Arfi Hatim, Rabu (4/7) di Asrama Haji Banda Aceh, menjawab wartawan tentang masih terbengkalainya pembangunan Asrama haji Banda Aceh, hingga saat ini.

Dikatakan, secara khusus ia tidak mengetahui tentang kasus tersebut, karena tidak mengikuti perkembangan kasus tersebut. Namun, hendaknya nanti bisa diselesaikan hingga bisa menutupi kekurangan terhadap sarana yang ada di asrama haji Banda Aceh.

Meskipun saat ini kondisi Asrama haji Banda Aceh masih terkendal dengan kurangnya sarana, akibat belum selesainya bangunan tersebut, hendaknya petgas haji Aceh bisa bekerja maksimal dalam melayani umat yang hendak menunaikan ibadah haji.

"Jadi pelayanan jangan terganggu apalagi terhenti, namun proses hukum dalam penanganan asrama terbengkalai biar tuntaskan aparat penegak hukum," ujar Arfi.[]