Pria Shaleh dan Selembar Kertas

ia mendapati selembar kertas bertuliskan “Bissmillahirrahmanirrahiim”. Karena ia adalah seorang yang saleh tentu ia mengerti hukum yang berkaitan dengan agama, tanpa pikir panjang ia pun mengambilnya dan membersihkannya dengan tangannya.

Pria Shaleh dan Selembar Kertas
ilustrasi

Pria Shaleh dan Selembar Kertas

ia mendapati selembar kertas bertuliskan “Bissmillahirrahmanirrahiim”. Karena ia adalah seorang yang saleh tentu ia mengerti hukum yang berkaitan dengan agama, tanpa pikir panjang ia pun mengambilnya dan membersihkannya dengan tangannya.

Dalam peristiwa di zamannya para Nabi, didapati para insan Allah tersembunyi yang biasa disebut dengan julukan waliyullah–memiliki jiwa dan berakhlak terpuji. Mereka tidak lepas dari suatu peristiwa ataupun sebuah riwayat yang di dalamnya menceritakan kisahnya yang mengagungkan.

Ada Mu’adz bin jabal dengan cerita seekor keledai yang mempelajari hikmah mengenai prinsip dan keyakinan. Adapula kisah dari Basyar bin Harits, namun sebelumnya sebagian dari anda pasti ada yang belum mendengar ataupun mengenal sosoknya, siapakah dia yang dikisahkan dengan selembar kertas bertuliskan bissmillahirrahmanirrahiim?

Tidak banyak tahu orang-orang disekitarnya mengenalnya, hanya segelintir oranglah yang mengetahuinya, ia adalah sosok seorang yang saleh yang selalu menunaikan kewajiban yang diperintah Allah dan mengerjakannya sesuai dengan perintah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Adapun riwayatnya bagaimana ia sampai dijadikan sosok yang diagungkan pada zamannya. “Pada suatu waktu ketika ia sedang melakukan perjalanan, ia mendapati selembar kertas bertuliskan “Bissmillahirrahmanirrahiim”. Karena ia adalah seorang yang saleh tentu ia mengerti hukum yang berkaitan dengan agama, tanpa pikir panjang ia pun mengambilnya dan membersihkannya dengan tangannya.

Begitulah sesudah memungut kertas tersebut, Basyir sengaja membeli minyak wangi untuk kemudian dioleskan minyak wangi tersebut pada kertas yang bertuliskan nama Allah.

Setelah aktivitas Basyir terselesaikan lantas ia istirahat dan kemudian tertidur dan bermimpi di malam harinya. dalam mimpinya kertas itu berkata pada Basyir,  “Hai Basyir bin Harits, engkau telah mengangkat nama Kami dari jalanan sebagai penghormatan agar tidak diinjak oleh manusia. Bahkan engkau juga memberikan wewangian, oleh karena itu sebagai balasannya, akan Aku harumkan namamu di dunia dan di akhirat.”

Subhanallah, kisah yang sungguh mengharukan dan sangat bermanfaat hingga mengandung nilai yang mulia di hadapan Allah. Tidak sedikit bahkan manusia hari ini banyak meremehkan bacaan Al-Qur’an yang tanpa disadari itu adalah perbuatan yang dzolim bahkan nista, mereka sulit untuk membacakan kalam-kalam Allah karena sering sekali mengurusi kehidupan duniawinya, sehingga lupa akan membacanya sekalipun banyak ceceran ayat suci Al-Qur’an kebanyakan mereka acuh dan seolah tidak peduli.

Hari ini kita mendapat hikmah yang luar biasa dari sosok riwayat Basyir bin Harits yang sangat mengagungkan ayat Allah, sehingga bukti kecintaan Allah padanya menjamin keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, atas dasar kesalehannya. Wallahu a’alam. []

Sumber: 40 Kisah Pengantar Anak Tidur/Karya: Najwa Husein Abdul Aziz/Penerbit: Gema Insani