PT Pertamina EP Bangun Rumah Informasi Tuntong Laut di Aceh Tamiang

PT Pertamina EP Bangun Rumah Informasi Tuntong Laut di Aceh Tamiang
Tuntong laut. ©2017 wikimedia.org

PT Pertamina EP Bangun Rumah Informasi Tuntong Laut di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang - Kini di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sudah memiliki Rumah Informasi Tuntong Laut berukuran 143,6 m2 di Pusung Kapal. Pembangunan rumah tersebut, dilakukan oleh anak perusahaan PT Pertamina (Persero), yakni PT Pertamina EP Asset I Field Rantau.

“Rumah Informasi Tuntong ditujukan sebagai sarana untuk memperoleh informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan konservasi tuntong, dan juga sebagai wadah untuk meneliti lebih jauh tentang spesies yang hampir punah ini,” ujar Presiden Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf di Aceh Tamiang, Rabu 25 Oktober 2017. 

Selain mendirikan rumah PT tersebut juga bersama dengan Yayasan Satucita melepasliarkan sebanyak 1.204 anak tuntong, untuk dikembangbiakan di sana. Hal ini dilakukan atas dasar komitmen perusahaan dalam kegiatan pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati, yang masih astri di kawasan tersebut. 

Menurut infomasi, di dalam rumah Informasi Tuntong Laut (Batagur borneoensis), terdapat poster edukasi, video edukasi dan penjelasan wawasan terkait pelestarian tuntong laut. Agar nantinya pengunjung mendapatkan pelayanan langsung oleh kelompok Sadar Wisata Pusung Kapal.

Menurut Nanang, spesies tuntong saat ini mengalami penurunan populasi dan hampir punah akibat kerusakan ekosistem mangrove yang menjadi habitatnya. Dengan demikian, perlu upaya pencegahan, penanggulangan, dan pembatasan kerusakan yang disebabkan oleh manusia, alam, spesies invasif, hama dan penyakit.

“Upaya pelestarian spesies tuntong laut yang memiliki status sangat terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) beserta ekosistemnya merupakan tanggung jawab dan kewajiban bersama pemerintah, swasta, dan masyarakat,” katanya.

Untuk melestarikan spesies Tuntong Laut, menurut Nanang,  perlu dilakukan upaya pelestarian secara komprehensif, baik in-situ maupun ex-situ. Langkah yang bisa dilakukan antara lain pemantauan/monitoring dan peningkatan populasi, pengembangan dan peningkatan dan kapasitas sumber daya manusia.

Upaya lainnya adalah perbaikan habitat, pemberdayaan masyarakat di sekitar habitat, pembangunan, perbaikan, dan pengembangan fasilitas pendukung yang bersifat sementara atau permanen. “Ini menjadi komitmen kami Pertamina EP yang sudah kami rencanakan dalam program kerja aspek pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Nanang juga mengapresiasi seluruh komitmen yang diberikan oleh masing-masing pihak, antara lain komitmen dari Yaysaan Satucita Lestari Indonesia sebagai LSM satu-satunya yang bergerak di bidang pelestarian konservasi dan ekosistem tuntong laut di Aceh Tamiang yang secara perlahan bisa mengubah kebiasaan masyarakat lokal yang pada awalnya memburu telur dan daging tuntong menjadi pejuang-pejuang yang menjaga kelestariannya. 

Selain itu komitmen lainnya juga diwujudkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan terbitnya Qanun No 3 Tahun 2016 tentang Perlindungan Spesies Tuntong Laut yang sangat didukung Pertamina EP agar ke depannya dapat menjadi landasan daerah-daerah lainnya untuk menetapkan peraturan-peraturan sejenis.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada BKSDA Aceh yang dari awal sudah sangat mendukung niat kami semua untuk bersama-sama melestarikan Tuntong Laut di bumi Serambi Mekah ini,” ucapnya.

Hadir dalam  peresmian Rumah Informasi Tuntong antara lain Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam  Aceh Sapto Aji Prabowo, Dandim Aceh Tamiang Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, dan Kepala Dinas Pangan, Perikanan dan Kelautan Aceh Tamiang Fuadi, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang Syamsul Rizal.[]