PTI UIN Ar-Raniry Bahas Kesiapan Guru di Era Revolusi Industri 4.0

“Perkembangan dan gaya hidup di era saat ini, semakin hari terus berkembangan dan perubahannya juga sangat cepat, maka kita harus mempersiapkan diri dalam rangka menyongsong era revolusi industry 4.0"

PTI UIN Ar-Raniry Bahas Kesiapan Guru di Era Revolusi Industri 4.0
Kaprodi, Yusran, M.Pd menyerahkan Cendera Mata kepada Dr. Fitri Arnia sebagai narasumber pada seminar nasional prodi PTI, sebelumnya Wadek I FTK Dr. Sri Suyanta menyerahkan kepada Prof. Ir. Zainal A. Hasibuan, Jumat (11/5) di Aula FTK UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

PTI UIN Ar-Raniry Bahas Kesiapan Guru di Era Revolusi Industri 4.0

“Perkembangan dan gaya hidup di era saat ini, semakin hari terus berkembangan dan perubahannya juga sangat cepat, maka kita harus mempersiapkan diri dalam rangka menyongsong era revolusi industry 4.0"

Banda Aceh - Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar Seminar Nasional, seminar tersebut mengangkat tema Kesiapan Dosen, Guru dan Mahasiswa dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, Jumat (11/5/2018) di Aula FTK Kampus Darussalam Banda Aceh.

Wakil Dekan bidang Akademik dan Kelembagaan FTK, Dr. Sri Suyanta, M.Ag usai membuka acara mengatakan, seminar yang difasilitas oleh Prodi PTI tersebut merupakan salah satu program dalam rangka menyiapkan dosen, guru, dan mahasiswa yang juga akan menjadi tenaga pendidik, untuk menghadapi era revolusi industry 4.0.

“Perkembangan dan gaya hidup di era saat ini, semakin hari terus berkembangan dan perubahannya juga sangat cepat, maka kita harus mempersiapkan diri dalam rangka menyongsong era revolusi industry 4.0,” ujarnya.

Sri Suyanta, menyebutkan bahwa perubahan dari suatu era ke era selanjutnya sangat cepat terjadi, oleh karena itu jika tidak dikembangkan maka akan tertinggal jauh dengan berbagai perkembangan dan kemajuan pendidikan di era teknologi informasi ini.

Dia mengumpamakan, sebenarnya manusia telah terbiasa dengan ada perubahan, bagi umat Islam dalam menghadapi era 4.0 ini dapat belajar dari Shalat, dimana shalat dengan waktu yang telah ditetapkan yakni pada pergantian malam ke siang dilaksanakan shalat subuh, dari panas ke tidak panas shalat dzuhur, selanjutnya shalat ashar, kemudian pergantian dari terang ke gelap shalat magrib, dan shalat isya.

Menurutnya, hal itu  menadakan bahwa orang islam yang mendirikan shalat adalah orang yang eksis dalam perubahan-perubahan, itu tuntutan yang sejatinya harus diemplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Terkait dengan dunia pendidikan, bahwa dalam menghadapi pendidikan dalam konteks akademik dan pasar kerja, ummat islam harus menyesuaikan diri dalam menyongsong perubahan yang terjadi,” kata Sri.

Katua Prodi PTI FTK UIN Ar-Raniry, Yusran, M.Pd mengatakan, tanpa disadari saat ini telah berada pada era revolusi 4.0, artinya manusia telah melalui tiga revolusi seblumnya, yakni misalnya pada revolusi pertama munculnya kereta api dengan uap, revolusi ke dua muncul tenaga listrik, ke tiga disebut era computer dan perangkat elektronik lainnya sekitar tahun 1989, dan saat ini kita dihadapkan pada era teklogo informasi yang berkembang dengan sangat cepat.

“Kesiapan Dosen, Guru dan Mahasiswa dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, tema ini merupakan landasan yang menjadi penting bagi dosen dan guru yang merupakan penyampai pesan kepada generasi calon pekerja dan pendidik, generasi ini harus paham bahwa mereka sudah berada pada era 4.0 ini,” ujarnya.

Dosen dan mahasiswa PTI diharapan dapat menyiapkan diri sendiri dan anak didik untuk menghadapi era 4.0 ini, bagi mahasiswa calon pendidik juga harus memperoleh informasi, karena perubahan sangat sangat cepat.

Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua Aplikom yang juga guru besar Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Prof. Ir. Zainal A. Hasibuan, MLIS, Ph.D dan Desen Universitas Syiah Kuala (anggota IEEE) Dr. Fitri Arnia, M.Eng.Sc, diikuti oleh seratusan peserta terdiri dari dosen dan mahasiswa PTI UIN Ar-Raniry dan sejumlah guru SMK di Banda Aceh. []