Puluhan Guru di Bener Meriah Ikut Training Jurnalistik

Diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari unsur guru, pelajar tingkat SMA, SMP,  santri dayah dan wartawan

Puluhan Guru di Bener Meriah Ikut Training Jurnalistik
ajelis Pendidikan Daerah ( MPD) Kabupaten Bener Meriah gelar training jurnalis di Caffe Koma Tiga Kampung Baletu Simpang Tiga Kecamatan Bukit, Sabtu 2 Desember 2017. (Foto: Samsuddin)

Puluhan Guru di Bener Meriah Ikut Training Jurnalistik

Diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari unsur guru, pelajar tingkat SMA, SMP,  santri dayah dan wartawan

Bener Meriah- Dalam rangka menguatkan partisipasi informasi dan transformasi pelayanan pendidikan, Majelis Pendidikan Daerah ( MPD) Kabupaten Bener Meriah menggelar training jurnalis di Caffe Koma Tiga Kampung Baletu Simpang Tiga Kecamatan Bukit, Sabtu 2 Desember 2017 .

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari unsur guru,  pelajar tingkat SMA, SMP,  Santri Dayah dan Wartawan.

Sementara yang menjadi narasumber pada acara tersebut antara lain, Turham, AG (Dosen STAIN Gajah Putih), Fakhruddin (LSM Redelong Institut), dan Arsadi Laksamana (Pimpinan Redaksi Media Kabargayo. Com).

Turham, dalam kesempatan tersebut dihadapan peserta memaparkan tentang dasar-dasar ilmu jurnalistik. Terkait dalam membuat berita harus ada unsur 5W +IH.

"Dalam berita ada unsur-unsur yang harus terpenuhi, seperti apa, siapa, di mana, kapan, dan kenapa ditambah dengan bagaimana," sebutnya.

Pimpinan Redaksi Media kabargayo.com, Arsadi laksamana menjelaskan jenis jenis berita dan nilai berita. Karena menurutnya dalam suatu kejadiaan dapat diolah menjadi beberapa berita, tergantung dari sudut pandang apa yang akan dijadikan berita.

"Dalam menulis berita butuh kepekaan memanfaatkan lingkungan di sekitar sehingga dapat dijadikan berita yang bernilai bila mana penulis membuat tulisan yang mampu menyedot perhatikan publik," ujarnya.

Sementara itu,Fakhrudin dari LSM Redelong Institut) memaparkan, bagaimana mengali  isu-isu di lingkungan sekolahan yang dapat dikembangkan untuk ditulis manjadi berita.

"Banyak isu isu yang menarik dilindungan selolah dapat dijadikan berita, baik kenyamanan sekolah, lingkungan maupun fasilitas sekolah ".

Disesi akhir, para peserta diberikan tugas oleh masing-masing narasumber untuk memperaktikan menulis berita.[]