Puluhan Guru Kontrak Pertanyakan Gaji Mereka yang Dipotong

"Pemotongan ini dilakukan secara sepihak oleh pihak dinas tanpa memberikan penjelasan yang rasional."

Puluhan Guru Kontrak Pertanyakan Gaji Mereka yang Dipotong

Puluhan Guru Kontrak Pertanyakan Gaji Mereka yang Dipotong

"Pemotongan ini dilakukan secara sepihak oleh pihak dinas tanpa memberikan penjelasan yang rasional."

Bener Meriah - Puluhan guru tenaga kontrak jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Benar Meriah kembali mendatangi kantor Dewan Perwakilam Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat guna untuk menuntut gaji mereka yang 'dipotong', dan SK  kontrak yang tak kunjung diterima sampai saat ini. Selasa 4 Desember 2018..

Kedatangan para guru tenaga kontrak tersebut, disambut Wakil Ketua II  DPRK Benar Meriah Andi Sastra, Ketua Komisi D Saharmiza, anggota DPRK lainnya Tgk Muhammad Amin, Tgk Usman Yacub, Anwar, dan Sapri Kharuddin.

Sementara itu, perwakilan dari pihak eksekutif diwakili Asisten II Abdul Muis, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Rayendra, Sekretaris Dinas DKPP, Kamaluddin dan puluhan kepala sekolah.

Anisah, koordinator guru tenaga kontrak di hadapan para anggota DPRK dan Asisten II menanyakan gaji mereka yang dari bulan Agustus sampai November seharusnya Rp 700.000 per bulan sesuai dengan daftar lintang yang sudah ditanda tangani tiba-tiba dirubah dengan daftar lintang gaji yang akan mereka terima Rp 450.000.

"Menurut kami pemotongan ini dilakukan secara sepihak oleh pihak dinas tanpa memberikan penjelasan yang rasional kepada kami," cetusnya.

Dia menambahkan, Selain gaji, sejak diterima menjadi guru kontrak pada Februari yang silam, Surat Keputusan (SK) belum juga diterima sampai hari ini.

" Atas aksi hari ini, kami siap menerima konsekuensinya meski kami harus dipecat setelah aksi ini," hal itu disampaikannya karena ada oknum kepala sekolah yang melarang bahkan mengintimidasi guru tenaga kontrak yang akan mengikuti aksi.

Sementara itu, kepala dinas Pendidikan Kabupaten Benar Meraih Rayendra mengatakan, akan segera menyelesaikan persoalan tersebut baik menyangkut persoalan gaji maupun SK.

"Untuk gaji kami akan berjanji akan menyelesaikan pada Januari 2019, sementara terkait SK minggu kedua bulan ini akan diselesaikan semuanya,' papar Kadis Pendidikan Bener Meriah.

Sebelumnya sempat terjadi perdebatan alot lantaran Kepala Dinas Pendidikan yang tidak mau lagi menyampaikan alasan kenapa gaji mereka terima hanya 450.000, karena menurut Rayendra persoalan tersebut sudah dijelaskan sedetil-detilnya baik melalui kepala sekolah masing-masing maupun pada perwakilan guru tenaga kontrak yang telah difasilitasi pada 9 titik pertemuan.
 
Namun, keputusan yang disampaikan oleh pihak dinas pendidikan kepada para guru tenaga kontrak terkait gaji tidak mendapatkan kesepakatan yang kongkrit menurut mereka, sehingga mereka ( guru tenaga kontrak ) menyampaikan aspirasi mereka kepada DPRK setempat.

Menurut Tgk Usmana Yacub, terkait dengan gaji yang mereka tanda tangani maka pihak dinas harus memberikan sesuai dengan yang ditanda tangani.

"Secara hukum, berapa yang tertera dalam daftar gaji yang mereka terima mulai dari bulan berapa ke berapa, maka hal mereka terima harus sesuai dengan apa yang telah ditanda tangani ," kata Tgk Usman Yacub.

Hal senada juga disampaikan Tgk Muhammad Amin, kita berharap dinas pendidikan dapat menyelesaikan persoalan mereka namun karena mereka tidak dapat menyelesaikan persoalan "rumah tangga sendiri " maka secara kelembagaan kami pihak DPRK menyarakan persoalan yang dituntut para guru tenaga kontrak ini dapat dijelaskan dan diselesaikan oleh dinas bersangkutan sebaik-baiknya. 

Sementara Saharmiza mengatakan, terkait masalah gaji itu tanahnya SKPK sendiri yang dapat menjelaskan karena yang memegang DPA itu adalah dinas masing-masing. 

"Kami anggota DPRK tidak mungkin mengotak-ngatik DPA karena yang pegang DPA itu dinas yang bersangkutan ", ujar Politisi senior DPRK Bener Meriah itu.[]