PUPR Bener Meriah Optimis Pembangunan 2018 Selesai Tepat Waktu

"Bagi kegiatan yang belum selesai tersebut kita berlakukan denda sampai pada tanggal 31 Desember 2018."

PUPR Bener Meriah Optimis Pembangunan 2018 Selesai Tepat Waktu

PUPR Bener Meriah Optimis Pembangunan 2018 Selesai Tepat Waktu

"Bagi kegiatan yang belum selesai tersebut kita berlakukan denda sampai pada tanggal 31 Desember 2018."

Bener Meriah - Kendati sempat dua kali Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bener Meriah mengundurkan diri, namun proses pembangunan infrastruktur di daerah penghasil kopi arabika itu tidak terjadi stagnan. 

Sebelumnya, Armaida telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bener Meriah karena memilih pindah bertugas di Kabupaten Aceh Tengah, lantas jabatan yang ditingalkannya diisi oleh Seketarisnya Fahmi sebagai Plt Kepala Dinas pada dinas tersebut setelah ditunjuk pimpinan daerah.

Namun setelah beberapa bulan jabatan Plt Kadis PUPR diemban Fahmi, lagi-lagi Fahmi pun melayangkan surat pengunduran diri. Untuk saat ini belum dapat dipastikan apa penyebab mengundurkan dirinya dari jabatan yang dipangkunya itu. 

Guna untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, Pemerintah setempat kembali menunjuk salah satu Kepala bagian (Kabag)  di dinas tersebut yaitu Wildan Seni,  ST sebagai Plt Kadis PUPR tepatnya pada tanggal 6 November 2018 yang lalu untuk menjalankan tugas pasca ditingal empunya posisi jabatan itu. 

Terkait dengan pasca mundurnya (Lempar handuk), dua pemangku jabatan yang dipercayakan sebelumnya, Wildan Seni terus berupaya ekstra keras untuk menyelesaikan segala pekerjaan tahun anggaran 2018 di dinas tersebut. 

Ketika dikonfirmasi media ini Senin ( 17/12/2018 ) Wildan yang didampingi salah satu Kasubagnya Ikhsan di kompleks perkantorannya menyampaikan, terkait dengan kegiatan pembangunan infrastruktur tahun anggran 2018 insya allah secara global akan siapa tepat  waktu.

Namun, ada beberapa pekerjaan yang masih belum kelar 100 persen dan rata-rata pekerjaan yang belum selesai itu tingal 3 sampai 5 persen dan semua itu tingal penyempurnaan lagi dan kegiatan yang belum selesai itu rata-rata pekerjaan minor. 

"Bagi kegiatan yang belum selesai tersebut kita berlakukan denda sampai pada tanggal 31 Desember 2018. Dimana denda itu akan dihitung permil dari sisa pekerjaan minsalnya kegiatan yang belum selesai umpama dengan nilai satu juta maka kita akan kurang tiga nol dan nantinya denda tersebut akan kita setorkan ke kas Negara," ungkap Wildan. 

Dia menegaskan, segala kegiatan yang ditangani dinasnya tidak ada gendala yang berarti meski sempat dua kali kepala dinas mengundurkan diri. 

"Kami optimis kegiatan didinas ini akan selelai tepat waktu," tegasnya. 

Menurut Wildan, Fahmi mengundurkan diri dari jabatan Plt Kadis karena dia  sedang fokus melanjutkan pendidikan S2. Sebutnya

Sementara itu Ikhsan, salah satu Kasubag di Dinas PUPR pada kesempatan itu menyampikan, kendati dengan bersusah payah kami melawati rintangan dan proses untuk mengantarkan harapan daerah dalam peningkatan pembanguna akibat sempat ditingal bapak ibu (Kepala dinas dan seketaris) namun kami terus berupaya untuk mengatarkan proses pembangunan ini sampai ketujuan. Kata Ikhsan. 

Untuk itu Ikhsan berharap,  kepada semua komponen agar dapat bekerjasama dengan baik untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur di daerah ini. Dan memberikan suprot kepada kami untuk terus bekerja dengan segala kemampuan demi mengatarakan pembangunan infrastruktur sesuai yang harapan.[]