Raja Muda Kini Beralih Bisnis ke Tambak Udang

Ekonomi di Aceh Besar ini harus bisa kita tingkatkan, masih banyak peluang bisnis lainya yang sangat potensial. Sektor pertanian dan sektor perikanan di Aceh Besar ini menurut saya bagus peluangnya.

Raja Muda Kini Beralih Bisnis ke Tambak Udang
Setelah Bupati Aceh melarang galian C, Syahrial asal Desa Lampakuk, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar menekuni bisnis tambak udang.

Raja Muda Kini Beralih Bisnis ke Tambak Udang

Ekonomi di Aceh Besar ini harus bisa kita tingkatkan, masih banyak peluang bisnis lainya yang sangat potensial. Sektor pertanian dan sektor perikanan di Aceh Besar ini menurut saya bagus peluangnya.

Banda Aceh - Baru-baru ini Bupati Kabupaten Aceh Besar terpilih, menghentikan semua galian C, yang berada di kawasan tersebut.

Dengan tidak berjalannya lagi galian C tentunya para pelaku usaha tersebut, tidak bisa lagi mencari keuntungan pada bisnis itu. Kondisi itu memaksa para pelaku mencari jenis usaha lain, demi memenuhi kebutuhan hidup.

Seperti yang dilakukan oleh Syahrial yang dikenal dengan pangilan Raja Muda, dia merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dari Desa Lampakuk, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar.

Dia mengaku, setelah konflik Aceh  berakhir langsung menekuni pekerjaan Galian C, di kawasan Ia tinggal.

Selama 10 tahun lebih Raja Muda menjalani bisnih galian C, ia tergolong sukses dalam bisnis bidang tersebut di kawasannya.

Namun menurutnya setelah pemerintah Aceh Besar melarang untuk bisnih tersebut, akhirnya Raja Muda sadar, bahwa bisnih yang ia lakukan tersebut, melangar aturan dan Raja Muda, akhirnya beralih pada usaha lain.

“Akhirnya saya sadari, usaha galian C itu merusak lingkungan dan yang untung hanya beberapa orang saja. Sementara masyarakat resah dengan adanya galian C itu. Dan saya setuju, Bupati Aceh Besar mengeluarkan keputusan untuk menghentikan usaha galian C di Sungai Krueng Aceh,” ujarya kepada acehnews.co pada Minggu 29 Oktober 2017.

Dengan modal yang telah Ia dapatkan dari usaha Galian C, baik itu alat berat maupun angaran, kini Raja Muda alihkan untuk membangun lahan tambak udang, seluas 1 hektar yang terletak di Aceh Besar.

Pada usaha itu, Raja Muda telah habis angaran ratusan juta, untuk usaha baru yang Ia rintis.

“Saya masih punya alat sendiri dari usaha saya yang dulu. Kalau tidak, mana cukup uang saya untuk buka tambak udang seluas 1 hektar,” ujar Pria asal Lampakuk ini.

 Meskipun pada usaha barunya ini, belum mendapatkan keutungan sesuai yang diharapkan, Namun Raja Muda, berniat selain mendapatkan keuntungan buat dirinya, Ia juga akan mesejaterakan kawan-kawan seperjuangannya, yang merupakan mantan kombatan.   Dengan cara mengajak untuk membangun usaha baru yang telah Ia rintis.

Dikatakannya, mantan kombatan harus diberdayakan, selain untuk meningkatkan taraf hidup mereka, juga agar mereka tidak terlalu fokus pada proyek-proyek APBA dan APBK dan usaha-usaha yang dapat merusak lingkunagan seperti galian C dan illegal loging.

 Namun begitu, ia berharap kepada Pemerintah Aceh dan Bupati Aceh Besar khusunya untuk dapat memberdayakan mantan kombatan lainya dalam membuka peluang bisnis yang menguntungkan masyarakat luas.

 “Ekonomi di Aceh Besar ini harus bisa kita tingkatkan, masih banyak peluang bisnis lainya yang sangat potensial. Sektor pertanian dan sektor perikanan di Aceh Besar ini menurut saya bagus peluangnya. Bupati Aceh Besar dan pemerintah Aceh seharusnya bisa memberi kemudahan untuk mantan kombatan dalam membangun usahanya, agar mereka tidak fokus dengan APBA dan APBK saja,” katanya.

Dirinya juga berpesan kepada pemuda atau pemudi Aceh agar jeli dalam mengali potensi usaha dengan memfaatkan sumber daya alam yang ada serta juga diiringi dengan kemampuan. Karena menurutnya masih banyak pontensi di Aceh Besar untuk dimafaatkan.

“Kita harus mengisi pembangunan ini dengan kreatif berusaha dan bekerja, dengan semangat sumpah pemuda mari kita bahu membahu membangun daerah kita. Kita jangan bergantung pada proyek pemerintah, ekonomi kita harus bangkit dunia usaha di desa harus maju agar masyarakat mandiri untuk menghidupi keluarga. Disini diperlukan peran pemerintah bagaimana membina dan memberdayakan potensi yang ada digampong agar pemuda mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.[]