Rasulullah dan Anggur Pemberian Lelaki Miskin

Rasulullah kembali memakan anggur lainnya, tanpa menawarkannya kepada para sahabat.

Rasulullah dan Anggur Pemberian Lelaki Miskin
Foto: daunbuah.com

Rasulullah dan Anggur Pemberian Lelaki Miskin

Rasulullah kembali memakan anggur lainnya, tanpa menawarkannya kepada para sahabat.

SUATU hari seorang lelaki miskin membawa segenggam buah anggur untuk Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah. Lelaki ini sangat bersemangat memberikan hadiah untuk Rasululah). Dia menyimpan anggur di samping Rasulullah dan mengatakan, “Wahai Rasulllah, terimalah hadiah kecil ini dariku.”

Wajahnya berseri-seri dengan kebahagiaan saat ia menawarkan hadiah kecilnya itu. Jelas sekali bahwa ia sangat mencintai Nabi.

Rasulullah SAW mengucapkan terima kasih dengan khidmat. Nabi mengambil satu buah anggur dan kemudian memakannya.

Para sahabat yang sedang bersamanya menatapnya penuh harap. Di luar dugaan semua orang, ketika anggur yang satu habis, Rasulullah kembali memakan anggur lainnya, tanpa menawarkannya kepada para sahabat.

Perlahan Rasulullah selesai makan anggur tersebut. Sendirian saja. Ia sama sekali tidak menawarkan anggur-anggur itu untuk siapa pun yang hadir.

Orang miskin yang membawa anggur itu sangat senang dan akhirnya pamit.

Namun, para sahabat Nabi yang bersamanya sebenarnya sedang bertanya-tanya. Biasanya Rasulullah akan membagi apapun kepada orang yang tengah bersamanya. Dia akan menawarkan mereka apa pun yang ia diberi dan mereka akan makan bersama-sama.

Kali ini jelas berbeda. Tanpa menawarkan kepada siapa pun, Rasulullah memakan anggur-anggur itu sendiri.

Salah satu sahabat bertanya dengan hormat, “Wahai Rasulullah! Kenapa kaumakan semua buah anggur itu sendiriam dan sama sekali tidak menawarkan untuk salah satu dari kami?”

Rasulullah tersenyum dan berkata, “Aku makan semua buah anggur sendiri karena buah anggur itu masam.

“Jika aku akan menawarkannya kepada kalian, aku khawatir jika kalian memakannya, wajah kalian akan menampakkan ekspresi tidak suka pada buah anggur tersebut. Itu akan menyakiti perasaannya.

“Jadi kupikir, lebih baik aku makan semuanya dan menyenangkan si pemberi. Aku tidak ingin menyakiti perasaan orang yang miskin itu.” []

Sumber: Islampos.com