Ratusan Sopir Dump Truck Desak Galian C Dibuka Kembali

"Sejak dua bulan ini, pemilik galian C tidak membuka usahanya tersebut lantaran izin usaha mereka sedang diproses, akibatnya kami pemilik mobil tidak bisa bekerja"

Ratusan Sopir Dump Truck Desak Galian C Dibuka Kembali

Ratusan Sopir Dump Truck Desak Galian C Dibuka Kembali

"Sejak dua bulan ini, pemilik galian C tidak membuka usahanya tersebut lantaran izin usaha mereka sedang diproses, akibatnya kami pemilik mobil tidak bisa bekerja"

Bener Meriah - Ratusan pemilik dan sopir dump truck dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah melakukan unjuk rasa ke Kantor DPRK Bener Meriah guna mendesak kebijakan pemerintah setempat untuk membuka kembali galian C yang telah ditutup akibat tidak mengantongi izin, Selasa 24 April 2018.

Koordinator aksi unjuk rasa para pemilik dan sopir dump truck, Fahru menyampaikan, sejak ditutupnya galian C di Kabupaten Bener Meriah, ratusan masyarakat yang berprofesi sebagai sopir dump truck kehilangan mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Sejak dua bulan ini, pemilik galian C tidak membuka usahanya tersebut lantaran izin usaha mereka sedang diproses, akibatnya kami pemilik mobil tidak bisa bekerja," kata Fahru.

Lanjutnya, mayoritas dump truckdibeli dengan cara kredit, apabila galian C tidak segera dibuka maka akan menunggak dan dikhawatirkan dump truck tersebut akan ditarik pihak lesing.

Untuk itu tambah Fahru, kami meminta galian C yang telah ditutup Pemerintah Propinsi Aceh agar dibuka kembali untuk sementara sembari izin usaha galian C itu terbit, dan kita mendorong peran pemerintah daerah terkait izin galian C, serta mendesak Pemerintah untuk membuat Qanun tentang galian C, meminta kepada Legislatif dan Eksekutif untuk membuat rekomendasi terkait masalah kredit mobil para anggota Organda untuk memohon kepada pihak lesing guna untuk memberikan tengang waktu pembayaran kredit.

Sementara itu M. Arif Ketua Organda Bener Meriah berharap kepada pemerintah daerah untuk membuat kebijakan galian C dibuka kembali seraya menunggu izin yang sedang diproses.

M. Arif menambahkan, akibat ditutupnya galian C selama 2 bulan ini, pembangunan di daerah tersebut pun menjadi berhenti dikarenakan ketidakadaan material. Di samping itu juga sangat berdampak buruk terhadap penghasilan sopir dan anggota Organda.

Perwakilan pemilk galian C, Ajuin, pihaknya telah mengurus izin usaha galian C  sampai ke tingkat provinsi. Karena yang mengeluarkan izin tersebut adalah pihak Provinsi Aceh.

"Sedikitnya sudah ada 5 pemilik galian C dari 13 sudah mendapat rekomendasi dari Bupati Bener Meriah pada tahun 2017, namun sampai sekarang ini izin tersebut belum juga terbit," ungkap Ajuin.

Hal senada juga disampaikan pemilik galian C lainnya, Selamat. Menurutnya dalam mengurus izin galian C dirinya telah mengurus semua di tingkat Kabupaten dan bahkan rekomendasi Bupati, bahkan telah menyetorkan uang kepada instansi terkait. Namun sampai sekarang izin belum keluar.

"Kita tidak berani membuka usaha kita itu sebelum izin terbit, atau sebelum adanya solusi yang disepakati untuk sementara bila harus membukanya " tutur Selamat.

Di ruang sidang DPRK Bener Meriah dan di hadapan para pemilik dan sopir dump truck, Wakil Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi menyampaikan, terkait galian C ini merupakan kewenangan pihak provinsi.

"Kebetulan dari tadi saya ada acara dengan Wakil Gubernur Aceh, maka saya telah menyampaikan setiap perkembangan atas apa yang di minta para sopir dump truck hari ini," katanya

"Dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah, dalam hal ini kami hanya dapat memfasilitasi pihak pemilik usaha galian C untuk meminta segera izin itu diterbitkan oleh pihak Provinsi," tambah Abuya.

Terkait permintaan untuk membuka sementara galian C. "Mungkin besok Bupati sudah ada di sini dan kami bersama Forkopimda-Plus akan membicarakannya, jelas Tgk Sarkawi. []