Rumah Duafa tak Tepat Sasaran Hebohkan Netizen

Tulisan di foto tersebut ditanggapi beragam oleh warga net, sementara akun Irwandi Yusuf berkomentar dengan nada yang sindiran dan geram

Rumah Duafa tak Tepat Sasaran Hebohkan Netizen
Satu unit rumah duafa di Gampong Pantee Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen diduga dibangun tidak tepat sasaran

Rumah Duafa tak Tepat Sasaran Hebohkan Netizen

Tulisan di foto tersebut ditanggapi beragam oleh warga net, sementara akun Irwandi Yusuf berkomentar dengan nada yang sindiran dan geram

Bireuen - Satu unit rumah duafa di Gampong Pantee Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen diduga dibangun tidak tepat sasaran. Rumah bantuan tersebut dibangun di atas bangunan lain sehingga menjadi rumah bertingkat dua.

Pembangunan rumah tersebut menghebohkan warga net setelah sebuah foto diunggah di lini masa laman Facebook akun Cut Hildi Khaleqa yang mempertanyakan bantuan rumah duafa yang dibangun di atas bangunan lain. Berikut isi status yang dikutip acehnews.co Senin 27 November 2017 dari akun Facebook Cut Hildi Khaleqa yang menyertai selembar foto yang telah dibagi sebanyak 78 kali dan mendapat 42 komentar termasuk akun Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Kok bisa bogini??? Sebuah temuan rumah dhuafa di Desa Pante Karya Kec Siblah Krueng, Kab bireun. Rumoh 2 tingkat... Tingkat bawah rumah aslinya sedang dibikin dan di relief, sementara yang atas adalah bangunan yang dibuat sebagai bantuan rumah dhuafa.  Sepertinya salah sasaran, demikian laporan dari warga setempat," tulis Cut Hildi Khaleqa, Sabtu 25 November 2017

Tulisan di foto tersebut ditanggapi beragam oleh warga net, sementara akun Irwandi Yusuf berkomentar dengan nada yang sindiran dan geram, "Mahyu Batee Kureeng tulong pareksa beuakurat.  Meunyoe ka akurat jeut lon jak resmikan," tulisnya.

Kapala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim) Bireuen Sudirman ST yang dikonfirmasi wartawan, mengakui bahwa rumah tersebut merupakan rumah bantuan untuk duafa tahun anggaran 2017.

Menurutnya pembangunan rumah tersebut merupakan arahan Bupati Bireuen yang pada waktu itu dijabat oleh Ruslan M Daud, dia mengakui pembangunannya luput dari pengawasan sehingga konstruksinya jauh dari desain rumah duafa yang ada di Dinas Perkim Bireuen.

“B kemudian yang menentukan siapa penerima rumah tersebut,” lanjut Sudirman yang ditemani oleh Arifonna yang menjabat kasi.

Penelusuran awak  media ke gampong Pante Karya, tampak rumah dua tingkat sedang dalam proses kontruksi yang terletak di pinggir jalan gampong setempat. Di halaman depan rumah tesebut terparkir dua unit dum truk, berdasarkan pengakuan warga rumah tersebut adalah milik Kamal salah seorang warga Gampong Pante Karya.[]