RUMAN Terima Kunjungan Ikatan Mahasiswa Arab Se Aceh

ara mahasiswa tersebut terhimpun dalam ikatan mahasiswa bahasa Arab se Aceh (IMBA)

RUMAN Terima Kunjungan Ikatan Mahasiswa Arab Se Aceh

RUMAN Terima Kunjungan Ikatan Mahasiswa Arab Se Aceh

ara mahasiswa tersebut terhimpun dalam ikatan mahasiswa bahasa Arab se Aceh (IMBA)

Banda Aceh – Lemba pendidikan Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) dikunjungi belasan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi islam negeri dan swasta se Aceh pada Sabtu (7/7/2018) petang kemarin di gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Para mahasiswa tersebut terhimpun dalam Ikatan Mahasiswa Bahasa Arab se Aceh (IMBA) yang baru dibentuk seusai Muswawarah Akbar Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra serta Pendidkan Bahasa Arab se Aceh.

Mereka diterima langsung oleh Pendiri RUMAN, Ahmad Arif beserta 2 relawan TBM (Taman Bacaan Masyarakat) RUMAN, Fikri Rizki Pohan dan Oktavi Maulizar.

Rombongan IMBA dikorordinir oleh M. Jaisar Raju yang juga Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry.

“Selain bersilaturrahim, kami sengaja mengunjungi RUMAN untuk mencari inspirasi dan belajar dari pengalaman mereka dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan," ujar Raju.

Kepada mereka, Arif menuturkan sekelumit perjalanan RUMAN sejak cikal bakalnya berupa pustaka pribada pada awal tahun 2007. Lalu, kegiatan berkelanjutan berupa bimbingan belajar gratis mulai 8 April 2013 hingga perkembangan kekinian.

“RUMAN kita jalankan di atas 3 prinsip utama. Pertama, full social and charity (murni sosial). Kedua, berdiri di atas dan untuk semua golongan atau independen. Ketiga, hana fee (tidak ada fee) atau tidak ada udang di balik bakwan," ujar Arif tersenyum.

Hana fee, ungkap Arif melanjutkan, merupakan yang paling berat dari ketiga prinsip tersebut. Karena harus selalu sama antara ucapan dan perbuatan. Bahkan, demi mempertahankan prinsip tersebut, Arif beserta istri menjual mobil yang baru 7 bulan dibeli untuk menyewa 5 tahun base camp yang sekarang ditempati.

“Itu kita lakukan sebagai konsekuensi menolak tawaran bantuan Rp 1.5 Milyar dari salah seorang tokoh, karena tidak sesuai dengan prinsip kita yang ketiga, hana fee," ungkap Arif.

Sebagai informasi, RUMAN pernah menyalurkan donasi sebesar Rp 1 Milyar dalam rentang waktu Mei – Desember 2015 lalu buat pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh. Membuka 5 gelombang kursus menjahit gratis dengan total 65 peserta, semua kebutuhan kursus juga disediakan. Pernah pula menggelar TESA PELAN (Tebar Sarapan untuk Penyapu Jalan) pada setiap hari Sabtu selama hampir setahun.[]