Saifannur: PAD Bireuen Banyak Hilang Karena Pungli

"PAD kita banyak kali yang hilang karena ada pungli, pungutan liar itu tidak tercatat"

Saifannur: PAD Bireuen Banyak Hilang Karena Pungli
Sosialisasi Pokja Pencegahan Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Provinsi Aceh dalam rangka upaya pencegahan dan pemberantasan pungutan liar di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bireuen. (Safri)

Saifannur: PAD Bireuen Banyak Hilang Karena Pungli

"PAD kita banyak kali yang hilang karena ada pungli, pungutan liar itu tidak tercatat"

Bireuen - Bupati Kabupaten Bireuen, H Saifannur menilai, benteng utama dalam memberantas budaya pungli yang saat ini telah mengakar dalam kehidupan adalah dengan memperbaiki moral yang dimiliki oleh setiap orang serta adanya kontrol yang diberikan terhadap anggota keluarga mereka sendiri. 

"Pungli sudah seperti besi berkarat yang susah sekali dibersihkan. Pungli juga tergantung dari moral yang dimilik. Untuk itu saya sangat mendukung upaya pemberantasan pungli di pemerintahan supaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat," katanya.

Hal itu dikatakan Saifannur dalam Sosialisasi Pokja Pencegahan Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Provinsi Aceh dalam rangka upaya pencegahan dan pemberantasan pungutan liar di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bireuen, Selasa 12 Desember 2017. 

Menurutnya, dibutuhkan cara yang ekstra untuk menghilang budaya tersebut, sehingga upaya pemberantasan pungli berjalan sesuai harapan. "Upaya pencegahan harus semakin kita tingkatan. Praktek pungutan liar sudah lama terjadi bukan dari sekarang," tegasnya.

Saifannur menambahkan, PAD yang lemah selama ini tidak terlepas dari praktek pungli, seperti pungutan atau restribusi yang tidak tercatat. Ia pun mengharapkan setiap keluarga menjadi garda terdepan untuk menjadi benteng moral terhadap anggota keluarga masing-masing.

"PAD kita banyak kali yang hilang karena ada pungli, pungutan liar itu tidak tercatat. Mohon maaf kita yang PNS hidup pas-pasan, kalau PNS golongan VI B dan VI C punya anak dua orang masih kesulitan membiayai dengan gaji. Kenapa hari ini kaya-kaya, tanyalah pada diri masing-masing. Kalau istrinya baik, maka suaminya akan baik, karena selalu dikontrol," jelasnya.

Sementara, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Bireuen, Fakrillah SH MH dalam laporan dibacakannya, upaya pemberantasan Saber Pungli Bireuen belum berjalan maksimal karena keterbatasan personil dan anggaran. 

Sosialisasi tersebut turut dihadiri lKetua Pokja Pemberantasan Pungli Aceh, Dr Taqwaddin dan Ketua Saber Pungli Bireuen, Kompol Carlie Syahputra Bustamam, SIK, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakapolres Bireuen.[]