Saifullah Terpilih Sebagai Ketua IPAU

Saifullah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IPAU ke-IX di Asrama Haji, Banda Aceh

Saifullah Terpilih Sebagai Ketua IPAU

Saifullah Terpilih Sebagai Ketua IPAU

Saifullah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IPAU ke-IX di Asrama Haji, Banda Aceh

Banda Aceh - Saifullah terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) Periode 2018-2021. Dia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IPAU ke-IX di Asrama Haji, Banda Aceh, Sabtu 12 Mei 2018.

Ketua Steering Commitee, Bustami mengatakan, sebelum dilaksanakan Mubes, pihaknya sudah menggelar rapat dengan Organisasi Kecamatan se-Aceh Utara untuk membahas dan memutuskan mekanisme pencalonan ketua.

"Setelah kita sepakat untuk membuka pendaftaran. Ini adalah terobosan baru yang kita lakukan untuk menjaring calon ketua IPAU," ujarnya.

Namun, setelah dibuka pendaftaran, hanya satu kandidat yang memenuhi syarat menjadi calon ketua. Sehingga bakal calon tersebut yang diteruskan dalam Mubes untuk ditetapkan sebagai ketua umum.

Bustami juga mengatakan, forum Mubes berlangsung alot, karena ada beberapa poin tidak disepakati. Namun setelah terjadi musyawarah dan mufakat, akhirnya pimpinan sidang nengambil jalan tengah untuk mengakomodir usulan-usulan dari semua peserta.

Ketua Terpilih, Saifullah yang juga alumnus IAIN Ar-Raniry mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan kepadanya untuk memimpin organisasi IPAU.

"Saya sangat berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah Aceh Utara maupun seluruh tokoh masyarat untuk bersama-sama membangun daerah," ujarnya.

Selain itu, ia juga merkomitmen mewujudkan cita-cita menjadikan organisasi yang professional dan wadah persatuan warga Pasee di Banda Aceh.

Pembukaaan Mubes IPAU ke-IX ini juga dihadiri oleh Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin, Azhari Cage dan Tarmizi Panyang (DPR Aceh), T Nadirsyah (Perwakilan dari Pemerintah Aceh Utara), Gumarni (Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Aceh (LPMA), Saidan Nafi ( mantan Asisten III Setda Aceh), Razali (tokoh masyarakat) dan juga sejumlan sesepuh Aceh Utara lainnya.[]