Sebuah Harapan Baru untuk BPL HMI Banda Aceh.

Apa yang salah ditubuh HMI sekarang? Apakah proses perkaderan ada yang salah sehingga menyebabkan menurunnya kualitas kader

Sebuah Harapan Baru untuk BPL HMI Banda Aceh.
Ilustrasi

Sebuah Harapan Baru untuk BPL HMI Banda Aceh.

Apa yang salah ditubuh HMI sekarang? Apakah proses perkaderan ada yang salah sehingga menyebabkan menurunnya kualitas kader

BADAN Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  adalah  suatu badan yang berstatus sebagai badan pembantu HMI atau tangan panjang dari Bidang Pembinaan Anggota HMI. Dalam garis strukturalnya BPL PB HMI berkedudukan ditingkat Pengurus Besar HMI, BPL HMI Cabang ada di tingkat Cabang.

BPL HMI Cabang Banda Aceh telah melakukan Musyawarah Lembaga (Muslem) (30/12) di Kantor HMI Banda Aceh dalam upaya untuk memilih Kepala BPL terbaru setelah berakhirnya kepengurusan BPL HMI Cabang Banda Aceh Periode 2016-2017 yang dinahkodai oleh Zulfata.

873 Kader telah lahir yang sudah didik, dibina dan digembleng oleh kepengurusan Zulfata selaku Kepala BPL HMI. Sedih, canda, tawa dan pilu tentu sudah menjadi makanan khas bagi mereka sebagai mesin pencetak kader. Diantara kader-kader yang sudah lulus Latihan Kader I (LK-I) banyak yang sudah mengisi posisi strategis di Kampus dan juga di Paguyuban Mahasiswa Kabupaten/Kota namun lebih banyak pula yang tidak aktif bahkan menghilang.

Apa yang salah ditubuh HMI sekarang? Apakah proses perkaderan ada yang salah sehingga menyebabkan menurunnya kualitas kader. Nah, hal ini lah yang harus diteropong dengan baik oleh kepengurusan BPL baru yang telah diamanahkan kepada Vatta Arisfa asal HMI Komisariat Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Cabang Banda Aceh.

Harus ada Frame

Banyak sekali tugas  yang harus dijalankan oleh BPL yang baru , yang tentunya menjadi harapan kita bersama. Bukan permasalahan mudah tugas BPL Cabang  untuk mengelola perkaderan HMI sebab mereka harus menjalankan kewenangan untuk menyiapkan pengelolaan latihan yang meliputi LK I, LK II dan latihan ke HMI an lainnya.  BPL HMI adalah ibarat barisan pasukan terdepan dalam perkaderan HMI, menjadi barisan terdepan dalam sebuah peperangan tidaklah mudah, dan saya yakin BPL ini adalah posisi yang sangat banyak tidak disukai/diminati oleh kader HMI, karena yang sanggup mengisi posisi ini adalah orang yang bermental baja dan memiliki benteng pertahanan yang sangat kokoh.

Perkaderan sekarang juga seharusnya memiliki Frame kekinian yang juga tidak menghilangkan khitah dari perkaderan HMI. Ada hal yang baru yang harus dibingkai dalam perkaderan sehingga mampu mengikat kader agar aktif  bukan hanya sekedar mengikuti LK-I lalu hilang dan tak tau lagi rimbanya dimana.

Saya juga yakin mengenai hal itu instruktur lebih paham sebab mereka adalah orang yang selalu siap perang di medan perkaderan, tugas yang berat dan selalu menjadi ujung tombak bagi perkaderan HMI, tanpa instruktur dalam sebuah training maka ibarat gulai tanpa garam, hambar jadinya atau ibarat kuliah tanpa dosen main-main jadinya.

Selain itu BPL HMI juga harus menyiapkan suprastruktur dan infrastrukturnya, sistem yang baik dan kemajuan diharapkan mampu mewujudkan kader-kader yang militan, intelektual, progresif dan memiliki integritas tinggi. sehingga para kader-kader HMI betul-betul berguna untuk umat dan bangsa dan tidak lagi berebut jabatan struktural, namun mampu menciptakan peluang-peluang di bidang lainya.

Terakhir, sudah sewajarnya pula kita ucapkan terima kasih kepada Zulfata yang telah mengabdi untuk HMI sebagai Kepala BPL HMI Cabang Banda Aceh selama satu periode dan selamat mengabdi dan menjalankan tugas Komandan baru BPL HMI Cabang Banda Aceh Vatta Arisfa

Yakin Usaha Sampai

Wanhar Lingga adalah Ketua Umum HMI Komisariat FKIP Unsyiah