Sekda Bener Meriah Buka Workshop 1000 Hari Pertama Kehidupan

Sekda Bener Meriah Buka Workshop 1000 Hari Pertama Kehidupan
Workshop 1000 hari pertama kehidupan dalam rangka upaya penurunan pendek (stunting) di gedung serbaguna STIKES Payung Negeri Pante Raya Bener Meriah, Selasa 31 Oktober 2017. (Foto: Samsuddin)

Sekda Bener Meriah Buka Workshop 1000 Hari Pertama Kehidupan

Bener Meriah - Sekretaris Daerah (Sekda)  Kabupaten Bener Meriah Drs. Ismarissiska, MM membuka workshop 1000 hari pertama kehidupan dalam rangka upaya penurunan pendek (stunting) di gedung serbaguna STIKES Payung Negeri Pante Raya Bener Meriah, Selasa 31 Oktober 2017.

Dalam amanat Bupati yang dibacakan Sekda menyebutkan, salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian utama saat ini adalah masih tingginya anak balita pendek (stunting) di Indonesia. Dari 10 orang anak sekitar 3-4 orang anak balita mengalami stunting. Anak balita stunting tidak disebabkan oleh keturunan, tetapi lebih banyak disebabkan oleh rendahnya asupan gizi dan penyakit berulang yang didasari oleh lingkungan yang tidak sehat.

Menurutnya, balita stunting selain mengalami gangguan pertumbuhan, umumnya memiliki kecerdasan yang lebih rendah dari balita normal, selain itu, balita stunting ketika dewasa lebih mudah menderita penyakit tidak menular dan produktivitas kerja yang lebih rendah, dengan demikian menanggulangi stunting pada balita berarti meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sekda menambahkan, periode yang paling kritis dalam penanggulangan stunting dimulai sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun yang disebut dengan periode emas (seribu hari pertama kehidupan), oleh karena itu, perbaikan gizi diprioritaskan pada usia seribu hari pertama kehidupan yaitu 270 hari selama kehamilannya dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang dilahirkannya.

“Karena itu kami sangat menyambut baik adanya workshop 1000 hari pertama kehidupan sebagai upaya penurunan stunting di Kabupaten Bener Meriah," ujarnya.[]