Sepanjang 2018, TBM RUMAN Aceh Terima Sumbangan 2337 Bacaan

Buku terkumpul dari awal Januari hingga 30 September 2018

Sepanjang  2018, TBM RUMAN Aceh Terima Sumbangan 2337 Bacaan

Sepanjang 2018, TBM RUMAN Aceh Terima Sumbangan 2337 Bacaan

Buku terkumpul dari awal Januari hingga 30 September 2018

Banda Aceh - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lembaga Pendidikan Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh telah menerima sumbangan 2337 bacaan sepanjang 3 triwulan tahun 2018.  

Hal tersebut diungkapkan Pembina TBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif pada Selasa (2/10/2018) siang di sekretariatnya di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

“Dari Awal Januari hingga 30 September kemarin, kita telah menerima 2.337 bahan bacaan dari dalam dan luar Aceh. Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017, terjadi peningkatan sebesar 29.8 persen atau 537 bacaan dari 1.800 sumbangan bacaan setahun lalu”, tutur Arif.

Buku-buku yang disumbangkan itu, ujar Arif melanjutkan, ada yang diantarkan langsung ke base camp RUMAN Aceh. Ada yang menyerahkannya di lapak MIBARA. Ada juga yang dijemput tim RUMAN Aceh ke kediaman penyumbangnya.

Di antara mereka adalah Herman RN yang menyumbangkan 147 komik lawas. Dokter Vivi menyumbangkan 511 buku, mayoritasnya pelajaran sekolah kedua anaknya. ASEAN Charity Golf menyumbangkan 213 bacaan umum buat anak.

Juga ada beberapa penulis Aceh yang mendoanasikan karya bernas mereka seperti Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Teuku Zulkhairi, Gamal Akhyar Iranda Novandi, Yusuf Qardhawi Al Asyi dan Abdul Hamid M Djamil. Sementara dari luar Aceh,di antara mereka adalah Yeni Salma yang menghadiahkan buku yang diangkat dari disertasinya.

“Beberapa penyumbang dari luar Aceh memanfaatkan layanan free cargo literacy (gratis kirim bacaan) ke seluruh nusantara yang disediakan pemerintah melalui PT. Pos Indonesia pada setiap tanggal 17 sejak Mei 2017 lalu”, imbuh Arif.

Bahan bacaan yang disumbangkan tersebut digunakan RUMAN Aceh dalam 3 kegiatan yang gratis 100 persen bagi masyarakat. Pertama, pustaka komunitas di base camp RUMAN Aceh yang buka setiap hari.

Kedua, MIBARA setiap pagi hari Minggu di Blang Padang. Konsep MIBARA telah diduplikasi oleh 7 komunitas di 7 Kabupaten/Kota se Aceh. Ketiga, rumah pustaka yang telah tersebar di 37 titik pada 12 Kabupaten/Kota se Aceh.[]