Serdadu Laut Berkebun Buah Surga

”Sekiranya aku katakan buah yang turun dari Surga, maka aku katakan, inilah buahnya (Tiin), sesungguhnya buah surga tiada keraguannya.” (HR. Abu Darba; Suyuti) 

Serdadu Laut Berkebun Buah Surga
Prajurit TNI - AL, Vandy Gunawan yang juga pecinta tanaman Tin di Jawa Timur.

Serdadu Laut Berkebun Buah Surga

”Sekiranya aku katakan buah yang turun dari Surga, maka aku katakan, inilah buahnya (Tiin), sesungguhnya buah surga tiada keraguannya.” (HR. Abu Darba; Suyuti) 

Mungkin terbilang masih asing bagi sebagian orang dengan tanaman tin. Tin atau ada yang menyebutnya dengan buah ara atau fig fruit. Tanaman ini masih keluarga dari buah elo, yaitu buah yang sering tumbah di pinggiran sungai serta sering dimakan sebagai panganan pembuat rujak, namun saat ini sudah langka ditemukan.

Di desa Dorang Nalumsari Jepara, seorang prajurit TNI-AL bernama Vandy Gunawan mulai mengebunkan buah tin.

Bermula dari satu batang bibit tin yang dibeli, pria berpangkat Sersan Kepala ini merasa senang dengan tanaman tersebut, ditambah lagi rasa penasaran pada buah dari pohon yang tumbuh semakin tinggi itu. Terlebih dia membuka internet untuk mencari info dari tanaman yang ditanamnya itu. Ternyata buah tin disebutkan di dalam tiga kitab suci, yaitu Al Qur'an, Injil dan Taurat. Buah ini memiliki manfaat yang banyak, mulai dari daun, buah, bahkan getahnya bisa dibuat obat sakit gigi.

Lama kelamaan Vandy Gunawan bertemu sesama penggemar dan penjual bibit tin seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri, ilmu tentang pun tin semakin didalaminya.

Dari sanalah Vandy Gunawan memberanikan diri untuk mengebunkan tin di sawah miliknya. Jenis tin yang ditanam pun dari beberapa varian, antara lain green yordan, masui dauphine, btm6, suju, moyuna, ibt, porporato, miel de ojon, sarah abserin, conadria, yellow ksa, rubado, marone, bardisotte, deana, dan jaf.

Ketika ditanya bagaimana tanggapan atasannya di TNI - AL dengan hobi barunya itu, Vandy Gunawan mengatakan "komandan saya sangat mendukung kegiatan saya, apalagi ini tidak mengganggu dinas, bahkan saya dan paguyuban tin Jawa Timur pada bulan Oktober 2017 beranjangsana di Mako Kodiklatal untuk menanam tin di Markas " ujar pria yang berdinas di Pusditek Kodikdukum Kodiklatal Surabaya itu.[]