Soal Pencemaran, SMUR Aceh Barat Minta PT Mifa tidak Bodohi Masyarakat

Setiap perusahaan wajib menjalankan program CSR sejak perusahaan tersebut berdiri, bukan program penanggulangan ketika permasalahaan pencemaran muncul di lingkungan masyarakat

Soal Pencemaran, SMUR Aceh Barat Minta PT Mifa tidak Bodohi Masyarakat
Sejumlah relawan sedang membersihkan limbah batu bara di Pantai Suak Indrapuri Meulaboh | Foto: Fira

Soal Pencemaran, SMUR Aceh Barat Minta PT Mifa tidak Bodohi Masyarakat

Setiap perusahaan wajib menjalankan program CSR sejak perusahaan tersebut berdiri, bukan program penanggulangan ketika permasalahaan pencemaran muncul di lingkungan masyarakat

Meulaboh - Pencemaran lingkungan akibat limbah batu bara di Meulaboh, Aceh Barat sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat setempat, selain mencemari pantai juga turut mencemari udara di sejumlah kecamatan akibat aktifitas angkutan tambang batu bara milik PT  Mifa Bersaudara.

Komite Pimpinan Wilayah Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (KPW SMUR) Aceh Barat menilai pemerintah abai terhadap persolan yang dialami oleh masyarakat dan tidak terlihat itikad baiknya untuk menghormati dan melindungi hak atas lingkungan hidup warga di Aceh Barat. 

Baca juga:
Pantai Suak Indrapuri Meulaboh, Tercemar Limbah Batubara Setebal 50 cm
PT Mifa Diminta Bertanggung Jawab Tehadap Pencemaran di Pantai Aceh Barat
Orang Miskin, Beras dan Rokok

“Kehadiran perusahaan tambang di tengah-tengah masyarakat seharusnya dapat menjamin keberlangsungan hidup warga sekitar. Ini merupakan kejahatan lingkungan hidup yang dilakukan perusahaan tambang,” kata Sekretaris KPW SMUR Aceh Barat, Deni Setiawan dalam rilis yang diterima acehnews.co, Sabtu 12 Agustus 2017.

Menurut dia, pemerintah harus bertindak tegas dalam menegakkan aturan untuk melindungi warganya terhadap hak lingkungan hidup, karena selama ini PT  Mifa Bersaudara telah melakukan pembohongan publik dalam menghadapi persoalan pencemaran dengan melakukan program CSR (Corporate Social Responsibility).

Padahal kata Deni, setiap perusahaan wajib menjalankan program CSR sejak perusahaan tersebut berdiri, bukan program penanggulangan ketika permasalahaan pencemaran muncul di lingkungan masyarakat.

Ia mengatakan, yang harus dilakukan oleh PT Mifa Bersaudara bukan hanya program CSR yang memang sudah menjadi kewajiban itu, tapi juga mencari jalan keluar agar perusahaan tambang tersebut tidak lagi mencemari lingkungan sekitar.

“Jika mengatasinya dengan cara membodohi masyarakat dengan program CSR saat gejolak muncul, maka lebih baik PT Mifa Bersaudara hengkang dari Aceh barat. Untuk apa ada perusahaan jika mengabaikan hak asasi manusia,” sebut Sekretaris KPW SMUR Aceh Barat Deni Setiawan.[]