STAIN Meulaboh Lepas 161 Mahasiswa KPM

Mahasiswa KPM ditempatkan di 20 desa dalam Kecamatan Beutong Bawah

STAIN Meulaboh Lepas 161 Mahasiswa KPM

STAIN Meulaboh Lepas 161 Mahasiswa KPM

Mahasiswa KPM ditempatkan di 20 desa dalam Kecamatan Beutong Bawah

Meulaboh - Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, melepas 161 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), Kamis 12 April 2018, di halaman kampus Alpen.

Keseluruhan peserta KPM yang diberangkatkan tersebut, akan ditempatkan pada 20 desa dalam Kecamatan Beutong Bawah, Kabupaten Nagan Raya. Setiba di lokasi pengabdian, rombongan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, disambut labgsung oleh Camat Beutong bawah untuk lepas sambut.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan, M. Arif Idris menjelaskan, kegiatan KPM tahun ini merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan, sejak kampus dinegerikan.

Kepada mahasiswa Arif berpesan, agar menjalankan tugas dengan baik dan bisa membawa perubahan bagi masyarakat. Khususnya di bidang pendidikan dan keagamaan sesuai dengan visi dan misi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Arif menjelaskan, pelaksanaan KPM bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas dan pengalaman kemasyarakatan kepada para mahasiswa.

“Selama ini mereka hanya belajar di kampus, jadi saat berhadapan langsung dengan masyarakat mereka akan lebih paham bagaimana cara menghadapi masyarakat. Saat mereka kembali nanti, ada kesan baik dan perubahan yang berarti bagi masyarakat,” papar Arif.

Sementara itu, Camat Beutong Bawah, Samsuar menyampaikan terimakasih dan rasa bangga terhadap STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh yang telah memilih 20 gampong dalam wilayahnya untuk pelaksanaan KPM.

Samsuar berharap, kahadiran mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat di Beutong Bawah.

“Lakukan yang terbaik, hari ini masyarakat menanti kiprah nyata anda semua dalam memajukan daerah ini,” tegasnya.

Samsuar mengingatkan, agar setiap mahasiswa yang ditempatkan di masing-masing desa bisa bertahan hingga pelaksanaan KPM berakhir. “Jaga dan hormatilah aturan-aturan yang ada di tiap gampong,” pesannya.[]