STAIN Meulaboh Raih Peringkat Tiga PTKIN Cluster STAIN se-Indonesia

Capaian tersebut merupakan hasil penilaian Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam terhadap keseriusan pihak kampus dalam meningkatkan mutu dan daya saing

STAIN Meulaboh Raih Peringkat Tiga PTKIN Cluster STAIN se-Indonesia
Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr Syamsuar, M.Ag

STAIN Meulaboh Raih Peringkat Tiga PTKIN Cluster STAIN se-Indonesia

Capaian tersebut merupakan hasil penilaian Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam terhadap keseriusan pihak kampus dalam meningkatkan mutu dan daya saing

MeulabohSekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng meraih peringkat tiga cluster STAIN se-Indonesia dalam pemeringkatan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berbasis Sistem Manajemen Strategis (SMS) tahun 2018, yang dilakukan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

Pada pemeringkatan cluster STAIN (Interim) tersebut, STAIN Sorong menempati posisi pertama dengan score 52,11, disusul STAIN Bengkalis pada urutan dua, dengan score 51,10 dan STAIN Meulaboh dengan score 43,55.

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr Syamsuar, M.Ag, Selasa, 7 Agustus 2018 menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil penilaian Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam terhadap keseriusan pihak kampus dalam meningkatkan mutu dan daya saing.

Menurut Syamsuar, hasil pemeringkatan itu sempat disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim pada Rapat Pimpinan Forum Rektor PTKIN bersamaan dengan pembukaan Annual Conference on Research Proposal (ACRP) Kemenag, di Bogor, beberapa waktu lalu.

“Namun hari ini hasil resminya telah keluar. Semoga ini menjadi prestasi dan pemicu untuk selalu meningkatkan mutu akademik dan daya saing STAIN Meulaboh dalam lingkup nasional dan internasional,” ungkap Syamsuar.

Berdasarkan data yang dipublis Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, pemeringkatan tersebut bertujuan untuk menciptakan standarisasi bagi seluruh PTKIN di Indonesia. Menjadi peta PTKIN bagi Direktorat Pendidikan Tinggi Islam untuk menerapkan dan menghasilkan kebijakan bagi PTKIN. Mendorong PTKIN melakukan perbaikan, terkait database dan informasi internal, PD Dikti, dan Education ManagementInformation System (EMIS). Mengukur kinerja Rektor/Ketua terhadap pengelolaan perguruantinggi. Basis data sebagai penyusunan anggaran PTKIN berbasis program dan kinerja. Mengukur keberhasilan setiap PTKIN berdasarkan basis data yang ada.

Beberapa indikator yang digunakan dalam pemeringkatan meliputi meliputi Good University Governance (GUG), University’s Performance Improvement (UPI), Competitive Advantages University (CAU), dan Globally Recognized University (GRU).

Syamsuar menuturkan, keberhasilan STAIN Meulaboh berada pada posisi rangking tiga cluster STAIN seluruh Indonesia merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika dan dukungan semua pihak. Ia berharap, perbaikan terus dilakukan pada semua aspek. []