STAIN Meulaboh Wisuda 62 Lulusan

Lulusan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh diharapkan mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri

STAIN Meulaboh Wisuda 62 Lulusan

STAIN Meulaboh Wisuda 62 Lulusan

Lulusan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh diharapkan mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri

Meulaboh- Sekolah Tinggi agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, mewisuda 62 lulusan angkatan V, Kamis 2 Agustus 2018, di aula kampus setempat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Direktur PTKI Kementerian Agama Prof Arskal Salim, sebagai orator ilmiah. Bupati Aceh Barat yang diwakili Sekretaris Daerah, Adonis. Forkopimda, pimpinan lembaga swasta dan orangtua wali wisudawan.

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr Syamsuar, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan, wisuda merupakan tahap terakhir bagi mahasiswa program sarjana sebelum melalui tahapan berikutnya.

“Hari ini terakhir saudara-saudara semua berada di kampus. Namun ini menjadi awal untuk langkah anda ke depan,” ungkap Syamsuar.

Karenanya Syamsuar berpesan, lulusan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh terus meningkatkan kemampuan diri untuk menghadapi setiap persaingan yang ada.

“Kiprah saudara-saudara di luar kampus akan berdampak pada perkembangan lembaga pendidikan yang kita cintai ini,” ujarnya.

Syamsuar berharap, semua lulusan yang diwisuda hari ini memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke strata yang lebih tinggi.

Bupati Aceh Barat, Ramli MS dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Aceh Barat, Adonis menyampaikan, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh harus mampu menjalankan pendidikan dengan mutu yang lebih baik. Pihaknya akan terus mendukung proses kemajuan kampus.

Ramli MS berharap, lulusan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri, terlebih dengan kemajuan teknologi informasi saat ini.

“Jangan jadikan diri anda sebagai buruh, dengan ijazah yang anda miliki,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PTKI Kementerian Agama RI Arskal Salim, dalam orasi ilmiahnya menyampaikan pentingnya mutu lulusan tiap perguruan tinggi keagamaan Islam. Para lulusan sejatinya corong perguruan tinggi untuk mengkampanyekan nilai-nilai intelektual keislman kepada masyarakat.

“Tolak ukur keberhasilan pendidikan tinggi adalah lulusannya. Semakin bagus dan berkualitas lulusan, berarti kampus juga memiliki kualitas yang bagus,” ungkap Arskal.

Arskal berharap, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh melahirkan lulusan yang memiliki jiwa dan semangat entrepreneur (wirausaha), sehingga mereka mampu melihat tiap peluang yang ada.

“Jika pun peluang itu tak ada, mereka mampu menciptakannya,” pungkasnya.[]