STAIN Meulaboh Wisuda 83 Lulusan

Mahasiswa yang diwisudakan berasal dari Jurusan Tarbiyah dan Keguruan 31 orang, Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam 49 orang, dan Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam tiga orang.

STAIN Meulaboh Wisuda 83 Lulusan
Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam. Syibran Mulasi menyematkan gelar sarjana kepada mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Kamis, 21 Desember 2017. (Foto: Nurul Fahmi)

STAIN Meulaboh Wisuda 83 Lulusan

Mahasiswa yang diwisudakan berasal dari Jurusan Tarbiyah dan Keguruan 31 orang, Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam 49 orang, dan Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam tiga orang.

Meulaboh - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh mewisuda 83 lulusan, Kamis, 21 Desember 2017, di aula kampus setempat. Ini merupakan wisuda keempat selama kampus tersebut dinegerikan.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, M. Arif Idris dalam laporannya menyampaikan, mahasiswa yang diwisudakan berasal dari jurusan Tarbiyah dan Keguruan 31 orang, yang terdiri dari Prodi Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam. 

Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam 49 orang, yang berasal dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah (PSY). Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam tiga orang, dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Jumlah lulusan dengan predikat terpuji 37 orang, sangat memuaskan sebanyak 45 orang, dan memuaskan sebanyak satu orang.

“Selama tiga tahun berstatus negeri, kita telah meluluskan 776 orang alumni dalam empat angkatan,” ungkap M. Arif.

M. Arif merincikan, pada angkatan pertama tahun 2015 STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh meluluskan 302 sarjana. Angkatan kedua pada Mei 2016 sebanyak 227 sarjana. Angkat ketiga pada Mei 2017, meluluskan 146 orang dan angkatan keempat sebanyak 83 lulusan sarjana.

Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Syamsuar mengatakan, dengan semakin bertambahnya peminat tiap tahunnya, pihaknya juga terus berupaya berinovasi untuk melahirkan lulusan-lulusan berkualitas, dengan peningkatan mutu sistem pengelolaan pendidikan tinggi.

Ia berharap, tiap lulusan mampu menjadi pembeda di dalam masyarakat. “Hari kami melepas saudara-saudara semua kembali ke masyarakat. Jaga nama baik almamater dan junjung tinggi nilai-nilai intelektual,” pesan Syamsuar. []