Sudah Sarapan Pagi tapi Masih Lapar, Ini Penyebabnya

menu sarapan tinggi karbohidrat memang lezat, tetapi memiliki efek buruk bagi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tidak aktif berolahraga.

Sudah Sarapan Pagi tapi Masih Lapar, Ini Penyebabnya
Ilustrasi sarapan pagi. [foto:tripadvisor.com]

Sudah Sarapan Pagi tapi Masih Lapar, Ini Penyebabnya

menu sarapan tinggi karbohidrat memang lezat, tetapi memiliki efek buruk bagi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tidak aktif berolahraga.

SEBELUMNYA dianggap kurang penting, kini sarapan sudah menjadi kebiasaan rutin yang dilakukan setiap pagi oleh masyarakat Indonesia.

Sayangnya, masyarakat lebih suka sarapan dengan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Hal ini yang ternyata menyebabkan seseorang yang sarapan, lapar lagi dan makan siang lagi.

Merujuk filosofi di Herbalife Vice President Worldwide Sports Performance and Fitness Herbalife Samantha Clayton, menu sarapan tinggi karbohidrat memang lezat, tetapi memiliki efek buruk bagi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tidak aktif berolahraga.

“Akibatnya, kalori yang masuk ke tubuh berlebih, gula darah cepat naik dan cepat turunnya. Alhasil, tidak lama kemudian terasa lapar lagi, makan lagi. Kondisi ini membuat gemuk dan berisiko diabetes,” tutur Samantha.

Lebih lanjut, Survei Sarapan Sehat di Asia Pasifik (Asia Pacific Healthy Breakfast Survey ) yang dilakukan perusahaan nutrisi global, Herbalife Nutrition, menunjukkan bahwa mayoritas responden (72%) setuju bahwa sarapan merupakan waktu makan yang paling penting dibanding makan siang dan makan malam.

Survei ini juga mengungkap, mayoritas responden (88%) melakukan sarapan di rumah dibanding 5% yang melakukannya di kantor dan 3% yang melakukannya di jalan menuju kantor.

“Kami bangga mengetahui bahwa mayoritas masyarakat di Asia Pasifik, termasuk di Indonesia, paham pentingnya sarapan setiap hari. Di Herbalife Nutrition, kami juga percaya bahwa sangat banyak manfaat yang didapat dengan sarapan sehat setiap hari,” ujar Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi.

Dia melanjutkan, sarapan sehat dengan nutrisi yang seimbang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi satu hari.

Angka tersebut sama seperti protein, di mana 40% menganggap protein adalah nutrisi penting untuk dikonsumsi saat sarapan. Faktanya, makanan tradisional sarat karbohidrat (56%) dan minuman panas (41%) masih menjadi menu sarapan favorit konsumen Indonesia.

Sumber: Okezone