Survei ORKESTRA: Gerindra Kalahkan PDIP di Pemilu 2019

Jika tidak ada kesalahan besar yang dilakukan Gerindra dan mampu merawat basis pendukung dan tidak ada inovasi cemerlang oleh partai lain, Gerindra akan mengukir sejarah

Survei ORKESTRA: Gerindra Kalahkan PDIP di Pemilu 2019
Prabowo Subianto (Ketua Gerindra)

Survei ORKESTRA: Gerindra Kalahkan PDIP di Pemilu 2019

Jika tidak ada kesalahan besar yang dilakukan Gerindra dan mampu merawat basis pendukung dan tidak ada inovasi cemerlang oleh partai lain, Gerindra akan mengukir sejarah

Jakarta - Organisasi Kesejahteraan Rakyat (ORKESTRA) hari ini memaparkan survei mengenai hasil Pemilu Legislatif 2019. Hasilnya, jika pemilu legislatif digelar sekarang, Gerindra akan menjadi pemenang pemilu, mengungguli PDIP yang meraih peringkat pertama di 2014 lalu.

Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Gerindra mencapai 15,2 persen, disusul PDIP di peringkat kedua dengan 12,5 persen. Partai Demokrat berada di posisi ketiga dengan 7,4 persen sementara Partai Golkar mengekor di peringkat keempat dengan 7,3 persen. PKS menempati peringkat kelima dengan 5,8 persen. Disusul PKB (5,4 persen), PPP (3,4 persen), PAN (3,3 persen), Nasdem (3,3 persen), Perindo (2,9 persen), Hanura (2,4 persen), PSI ( 2 persen), PKPI (1,8 persen), PBB(1,6 persen) dan sebanyak 25,6 persen tidak menjawab atau tidak tahu.

Ketum ORKESTRA Poempida Hidayatullah mengatakan memang sudah terjadi perubahan peta kecenderungan pemilih dibanding Pemilu 2014 di mana PDIP saat itu meraih 18,95 persen suara. "Pemilu 2019 mendatang memungkinkan terjadi perseteruan sengit tiga parpol besar, Gerindra, PDIP dan Demokrat di mana Gerindra berpeluang menang Pemilu 2019," ujarnya saat memaparkan hasil survei di Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/12).

"Jika tidak ada kesalahan besar yang dilakukan Gerindra dan mampu merawat basis pendukung dan tidak ada inovasi cemerlang oleh partai lain, Gerindra akan mengukir sejarah," lanjut mantan politikus Golkar ini.

Menurut dia, melesatnya elektabilitas Gerindra dipengaruhi oleh fakta bahwa selama ini partai besutan Prabowo Subianto ini selalu bersikap kritis terhadap pemerintah. Misalnya isu pengesahan UU Ormas.

"Gerindra menempatkan diri sebagai partai yang kritis terhadap pemerintah. Isu mengenai UU Ormas cukup menggerus suara PDIP dan melambungkan Gerindra. Ditambah Pilkada DKI dengan rentetan isu penting dan kepemimpinan Muslim cukup merebut simpati publik yang mayoritas muslim," ujar dia.

Sementara itu, menurut survei ini, elektabilitas Golkar jeblok dengan hanya meraup 7,3 persen di 2014 lalu. Menurut dia, merosotnya elektabilitas Golkar disebabkan kisruh partai karena penahanan Setya Novanto oleh KPK terkait dugaan korupsi e-KTP.

Survei ini digelar pada 6-20 November dan melibatkan 1.300 responden dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Margin of error +/- 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. || Kumparan