Tahun ini STAIN Meulaboh Terima 1200 Mahasiswa Baru

"Sekolah dan pesantren yang ada di Barat Selatan Aceh menjadi prioritas utama kita"

Tahun ini STAIN Meulaboh Terima 1200 Mahasiswa Baru
Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Syamsuar, M.Ag,

Tahun ini STAIN Meulaboh Terima 1200 Mahasiswa Baru

"Sekolah dan pesantren yang ada di Barat Selatan Aceh menjadi prioritas utama kita"

Meulaboh- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, menargetkan 1200 mahasiswa baru tahun 2018, dengan pilihan sebelas program studi yang ada di kampus tersebut.

“Alhamdulillah, tiap tahun jumlah mahasiswa yang bisa kita terima terus bertambah,” ungkap Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Syamsuar, M.Ag, Selasa, 30 Januari 2018.

Ketua STAIN yang akrab disapa Abi ini menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru akan dilakukan melalui tiga jalur, Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), dan jalur mandiri.

Abi mengungkapkan, pihak kampus telah melakukan berbagai persiapan terkait penerimaan mahasiswa baru, terutama untuk pelaksanaan SPAN-UM PTKIN 2018.

"Sosialisasi yang akan dilakukan beberapa waktu ke depan. Sekolah dan pesantren yang ada di Barat Selatan Aceh menjadi prioritas utama kita," kata Abi.

Syamsuar menjelaskan, penambahan kuota penerimaan mahasiswa baru terus dibarengi dengan pengembangan kampus ke arah yang lebih baik. Terutama dalam peningkatan kualitas lulusan dan tenaga pendidik. Pihaknya menargetkan, tahun ini peralihan status dari STAIN ke IAIN dapat terwujud.

“Saat ini pembangunan gedung baru sedang dilakukan di kawasan Alue Peunyareng, pada lahan seluas 50 hektar. Ini merupakan salah satu upaya percepatan alih status,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Drs. M. Arif Idris, MA mengatakan, jumlah penerimaan mahasiswa baru yang ingin dicapai pihaknya sesuai dengan target nasional, sebagaimana disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam (Diktis) Arskal Salim, 175 ribu orang.

Untuk mencapai target tersebut, Arif  mengajak seluruh civitas akademika dan mahasiswa untuk ikut mensosialisasikan SPAN-UM PTKIN kepada masyarakat.

“Mari sama-sama menginformasikan kepada masyarakat untuk mendaftar di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh melalui dua jalur seleksi nasional tersebut,” ajak Arif.

Arif menjelaskan, SPAN-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dalam satu sistem yang terpadu. Diselenggarakan secara serentak oleh panitia pelaksana yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Pelaksanaan SPAN-PTKIN secara nasional yang diikuti oleh seluruh PTKIN harus memenuhi prinsip adil, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan PTKIN.

“Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran,” paparnya.

Sedangkan UMPTKIN, lanjut Arif, merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh UIN/IAIN/STAIN secara serentak oleh panitia pelaksana yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

“Pembiayaannya dibebankan kepada peserta seleksi dan Kementerian Agama Republik Indonesia,” urainya.

Pendaftaran SPAN-PTKIN dapat dilakukan pada tanggal 1-29 Maret 2018, setelah pihak sekolah melakukan pengisian PDSS pada 30 Januari - 24 Februari 2018 dan verifikasi PDSS pada 2 Februari - 3 Maret 2018. Proses seleksi akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama pada 9 - 14 April 2018, tahap kedua 18-25 April 2018. Pengumuman 1 Mei 2018 dan pendaftaran ulang di PTKIN masing-masing bagi yang lulus seleksi 22 Mei 2018.

Sedangkan untuk jadwal UM-PTKIN, pembayaran uang pendaftaran dilakukan pada tanggal 12 April - 5 Mei 2018, pendaftaran 12 April - 8 Mei 2018, ujian 22 Mei 2018 dan pengumuman 10 Juli 2018.[]