Tak tahan ‘makan’ debu, warga blockade jalan Meulaboh-Tutut

"Terlebih ini menjelang bulan puasa. Kita tidak mau makan debu saat puasa nanti," ujar Basri warga Meunasah Rambot.

Tak tahan ‘makan’ debu, warga blockade jalan Meulaboh-Tutut
Warga dari tiga desa, Meunasah Rambot, Cot Trueng dan Alue On memblokade jalan tersebut dengan batang pinang dan pisang.

Tak tahan ‘makan’ debu, warga blockade jalan Meulaboh-Tutut

"Terlebih ini menjelang bulan puasa. Kita tidak mau makan debu saat puasa nanti," ujar Basri warga Meunasah Rambot.

Aceh Barat – Lambatnya perbaikan jalan lintas Meulaboh - Tutut membuat warga berang, pasalnya warga setiap harinya terpaksa ‘makan’ debu. 

Jalan tersebut merupakan rute yang menjadi penghubung dalam Kecamatan. 

Pada Selasa 1 Mei 2018 warga dari tiga desa, Meunasah Rambot, Cot Trueng dan Alue On memblokade jalan tersebut dengan batang pinang dan pisang. Selain itu, beberapa drum dan kursi yang disilangkan menghalangi jalan tersebut.

Di beberapa titik juga ditempatkan spanduk dengan berbagai tulisan, salah satunya "Proyek Korup". Sementara, kebanyakan rumah-rumah warga di sepanjang desa dimaksud, tampak sepi dengan pintu tertutup.

Menurut seorang warga, Zusmandi (35), hal ini dilakukan warga bersebab warga sudah tidak tahan dengan banyaknya debu dari jalan tersebut, terlebih ketika dilintasi kendaraan.

"Rata-rata semua batuk. Kita 80 rumah yang merasakan. Kalau di rumah sudah berdebu semua," ungkap Zusmandi.

Menurutnya aksi tersebut dilakukan atas inisiatif bersama warga dari tiga desa dimaksud.

Katanya, pengaspalan jalan lintas tersebut sudah dihentikan sejak beberapa bulan lalu. Kontraktor dan pengawasnya sudah hilang jejak. 

Pernah dilaporkan oleh GeRAK

Sebelumnya, proyek pengerjaan jalan lintas Meulaboh-Tutut yang dikerjakan oleh PT Citra Karsa ke Polres Aceh Barat ini sempat dilaporkan LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat kepada pihak kepolisian Aceh Barat pada 17 Januari lalu.

Proyek yang bersumber dari dana otsus mencapai Rp 4 miliar tersebut diduga dikerjakan asal jadi. Sehingga baru sebulan selesai dikerjakan, jalan tersebut sudah rusak kembali, sejauh ini perbaikannya tak dilaksanakan.

Setiap hari warga harus menyirami jalan depan rumahnya agar debu tak bertebangan saat kendaraan melintas di jalan tersebut.

Beberapa pelintas yang melewati jalan Meulaboh-Tutut juga terpantau menggunakan masker, demi menghindari debu.

"Terlebih ini menjelang bulan puasa. Kita tidak mau makan debu saat puasa nanti," ujar Basri warga Meunasah Rambot.[]