Tambang Emas Ilegal Nagan Raya Dihentikan, Saat Penambang Liar Telah Tiada

Puluhan gubuk tua dan sejumlah jerigen minyak menjadi sampah di hutan lindung tersebut. Tidak hanya itu, jalan-jalan menuju lokasi kawasan pemukiman warga terlihat memprihatinkan.

Tambang Emas Ilegal Nagan Raya Dihentikan, Saat Penambang Liar Telah Tiada
Tim gabungan melakukan penghentian dan penertiban pertambangan emas liar di kawasan hutan lingdung Seunagan Timur dan Beutong, Kamis, 9 November 2017. Foto: Rusman

Tambang Emas Ilegal Nagan Raya Dihentikan, Saat Penambang Liar Telah Tiada

Puluhan gubuk tua dan sejumlah jerigen minyak menjadi sampah di hutan lindung tersebut. Tidak hanya itu, jalan-jalan menuju lokasi kawasan pemukiman warga terlihat memprihatinkan.

Nagan Raya - Tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian, TNI dan unsur pemerintah Kabupeten Nagan Raya, melakukan penghentian dan penertiban pertambangan emas liar di kawasan hutan penyangga dan hutan lingdung Seunagan Timur dan Beutong, Kamis, 9 November 2017.

Penertiban tambang emas illegal tersebut, dipimpin langsung Kabag Ops Polres Nagan Raya, Kompol Burhanuddin. Sejumlah personil bersenjata lengkap turut serta guna memastikan penertiban lokasi tambang liar yang jaraknya mencapai puluhan meter dari perkampungan warga tersebut berjalan lancar.

Sayangnya, saat tim gabungan dan sejumlah awak media tiba di lokasi tambang illegal di sepanjang aliran sungai Krueng Nagan dan Krung Cut kawasan Gampong Blang Leumak, Kecamatan Seunagan Timur hingga kawasan Beutong tersebut, penambangan liar sudah tidak terlihat di lokasi.

Pun begitu, dalam penertiban tersebut tim memenukan sejumlah alat berat jenis Beko atau Escavator yang sudah dievakuasi dari lokasi hutan tempat penambangan emas illegal. Diperkirakan sebanyak 41 unit Escavator sudah terparkir di halaman rumah warga. Bahkan sejumlah alat berat tersebut tampak sedang ‘amankan’ para penambang liar menuju jalan nasional.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi,SH,.MH mengatakan, penertiban tambang emas illegal tersebut dilakukan karena penambang illegal sudah mengganggu kawasan hutan lindung.

“Kita melakukan penertiban dan himbauan kepada masyarakat agar tidak merusak lingkungan dan kegiatan penambang ini tidak dibenarkan,” kata AKBP Mirwazi.

Dikatakannya, tindakan hukum juga pernah dilakukan sebelumnya untuk menghentikan kegiatan tambang emas illegal tersebut. Mirwazi mengaku pihaknya pernah menangkap sejumlah oknum penambang illegal, namun aktifitas tersebut tak juga terhenti.

“Untuk sementara ini tidak ada lagi aktivitas dilokasi tambang, sebelumnya sudah dilakukan himbauan ke lapangan. Kali ini bila ada yang melakukan pertambangan lagi, maka akan kita tindak tegas,” kata Mirwazi

Akibat penambangan tersebut, kini aliran sungai terlihat sudah tidak bersih. Sejumlah lokasi hutan rusak parah dengan penuh kubangan dan lobang–lobang bekas galian.

Pantauan acehnews.co tim gabungan tidak menemukan penambang yang beraktifitas, sejumlah alat berat sudah di evakuasi. Alat-alat penambangan yang sudah rusak teronggok ditinggal pemiliknya.

Puluhan gubuk tua dan sejumlah jerigen minyak menjadi sampah di hutan lindung tersebut. Tidak hanya itu, jalan-jalan menuju lokasi kawasan pemukiman warga terlihat memprihatinkan. Para penambang meningalkan lokasi tersebut begitu saja tanpa melakukan perbaikan lokasi sedikitpun.

Disepanjang jalan pemukiman terlihat sepi. Menurut seorang warga setempat yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, penambang sudah mendapat informasi adanya penertiban tersebut.

“Banyak penambang sudah lari, ini alat berat sudah beberapa hari diturunkan karena takut ditangkap,” katanya.[]