Tanah HPPS Digugat, 39 Keuchik Kecamatan Sawang Bertolak ke Banda Aceh

"Hari ini tanah HPPS sedang dalam gugatan, sementara kita sedang dalam proses membangun asrama dan ini menjadi tugas kita untuk mengawal proses persidangan ini sampai tuntas"

Tanah HPPS Digugat, 39 Keuchik Kecamatan Sawang Bertolak ke Banda Aceh

Tanah HPPS Digugat, 39 Keuchik Kecamatan Sawang Bertolak ke Banda Aceh

"Hari ini tanah HPPS sedang dalam gugatan, sementara kita sedang dalam proses membangun asrama dan ini menjadi tugas kita untuk mengawal proses persidangan ini sampai tuntas"

Banda aceh - Himpunan Pemuda Pelajar Sawang (HPPS) menggelar konsolidasi dan silaturrahmi  dengan Forum Keuchik Kecamatan Sawang, tokoh masyarakat sawang yang tinggal di Banda Aceh, Anggota DPRA Aceh Tarmizi Panyang, Muspika Kecamatan Sawang, Ketua IPAU Saifullah S,hum, serta Fadlullah SH (Advokat) dalam rangka penguatan dukungan terhadap HPPS terkait gugatan tanah asrama yang dilayangkan oleh Ampon Samsul Bahri( penggugat).

Kehadiran para Keuchik juga untuk meninjau langsung lokasi dan perkembangan pembangunan asrama HPPS Sawang yang berada di Desa TRukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Minggu, 12 Agustus 2018.

Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Sawang( HPPS) Muhammad Iqbal S, HUM  dalam sambutannya mengatakan turut berterima kasih kepada seluruh keuchik yang telah berhadir.

"Ini bagian dari kekompakan yang luar biasa juga berharap persoalan yang sedang dihadapi HPPS untuk dapat dihadapi secara kolektif baik itu dari unsur Muspika maupun unsur Keuchik," ujarnya.

Iqbal menambahkan, HPPS merupakan milik kita bersama dan setiap persoalan yang dihadapi juga harus bersama sama.

"Hari ini tanah HPPS sedang dalam gugatan, sementara kita sedang dalam proses membangun asrama dan ini menjadi tugas kita untuk mengawal proses persidangan ini sampai tuntas, saya mohon pokok pokok pikiran dari seluruh elemen yang telah berhadir pada hari ini," tegas Iqbal.

Anggota DPR Aceh asal Sawang, Tarmizi Panyang mengatakan sangat mengapresiasi pertemuan tersebut dan berharap  apa yang telah dilakukan hari ini harus terusdipertahankan, karena yang kita lakukan hari ini merupakan untuk anak cucu kita kelak.

"Terkait pembangunan asrama HPPS saya telah penuhi usulan dari masyarakat Sawang melalui aspirasi yang dititip ke saya, tahun 2017 kita telah siap membangun pondasi asrama HPPS dan tahun selanjutnya juga sudah saya usul untuk pembangunan permanen, namun  karena satu dan lain hal keadaan di pemerintahan pembangunan asrama secara otomatis tertunda. Dalam hal ini saya mohon maaf yang sebesar- besarnya," ujar mantan pasukan GAM itu.

Di sisi lain Tarmizi menyinggung persoalan yang dihadapi HPPS menyangkut gugatan tanah.

"Dalam gugatan ini kita sudah siap dengan berbagai konsekuensi, Muspika juga telah menyiapkan pengacara. Jadi mari sama-sama kita kawal proses ini, di saat kita sedang membangun tiba tiba gugatan muncul dan pada saat proses pembangunan berlangsung sudah beberapa kali kita terima surat penghentian pekerjaan dan saya bersikeras jangan ada yang berhenti, pembangunan harus tetap dijalankan dan hari ini sama sama kita lihat pondasi sudah selesai , oleh karena itu saya berharap kepada semua yang sudah berhadir untuk mengawal proses ini sampai tuntas," pungkasnya.

Sementara itu ,Ketua Forum keuchik Kecamatan Sawang, Fuadi, menyatakan turut berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembangunan Asrama HPPS dan juga terlibat membantu proses penyelesaian sengketa .

”Dalam hal ini para Keuchik di Kecamatan Sawang tentu akan memberi dukungan penuh baik moril maupun materil kepada pengelola HPPS dalam menghadapi gugatan ini, saya pribadi dan atas nama forum mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pengurus HPPS yang telah mengundang kami kemari dengan adanya konsolidasi," kata Fuadi.[]