TBM RUMAN Aceh Buka Rumah Pustaka Ke 9 dan 10

100 bacaan itu dipinjamkan secara gratis agar bisa dibaca oleh anak-anak dan masyarakat juga secara gratisan.

TBM RUMAN Aceh Buka Rumah Pustaka Ke 9 dan 10

TBM RUMAN Aceh Buka Rumah Pustaka Ke 9 dan 10

100 bacaan itu dipinjamkan secara gratis agar bisa dibaca oleh anak-anak dan masyarakat juga secara gratisan.

Banda Aceh – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh kembali membuka spot (titik) baru program rumah pustaka ke 9 dan 10 bagi masyarakat Aceh.

Spot baru yang berada di Simpang Utama Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah itu dimulai dengan penyerahan 100 bahan bacaan oleh Pembina TBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif kepada relawan setempat, Indah Maya Sari.

Penyerahan itu dilakukan di base camp RUMAN Aceh, gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh pada Senin 25 Juni 2018.

Pembina TBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif menuturkan, 100 bacaan itu dipinjamkan secara gratis agar bisa dibaca oleh anak-anak dan masyarakat juga secara gratisan.

“Sengaja dibuat akadnya pinjaman, bukan hibah agar bisa ditukar. Penukarannya pun bisa sekali dalam dua pekan atau sekali dalam sebulan. Dengan demikian, anak-anak dan masyarakat disana bisa menikmati bacaan lebih banyak dan lebih bervariasi”, tutur Arif.

Sehari sebelumnya (Minggu, 24/6/2018), TBM RUMAN Aceh juga membuka titik rumah pustaka di gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh yang ditandai dengan peminjaman 100 bacaan anak kepada relawannya, Jelita oleh Fahillah Islami, Ketua TBM RUMAN Aceh.

Baik relawan di Bener Meriah mau pun di Banda Aceh, mereka tertarik untuk bergerak di masyarakat masing-masing karena prihatin dengan kondisi semakin masifnya pengunaan gadget di kalangan anak-anak. Pada saat bersamaan, perpustakaan gampong tidak aktif atau tidak menarik minat mereka.

“Kita prihatin dengan kondisi kekinian anak-anak yang sudah terpapar bahkan cenderung kecanduan terhadap gawai atau gadget”, ujar Indah.

Sebagai informasi, program rumah pustaka TBM RUMAN Aceh telah memasuki tahap kedua yang dimulai pada akhir tahun 2017 lalu. Hingga kini, sudah dibuka 10 titik  yang tersebut di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tenggara dan Bener Meriah.

Ada pun tahap pertamanya pada periode Januari 2015 hingga Juni 2016 yang sempat membuka 27 titik yang tersebar pada 7 Kabupaten/Kota se Aceh.

“Kita berharap semakin banyak daerah sebaran rumah pustaka. Karena sebenarnya bukan rendah minat baca anak dan masyarakat kita. Namun, fasilitasnya yang tidak ada. Kalau pun ada fasilitas, pengelolanya tidak ramah”, pungkas Arif.[]