Telusuri Penebangan Liar di Bener Meriah, Ini Pesan Irwandi

"Selama ini berapa puluh ton kayu yang telah diangkut, serta dalam satu truk berapa ton muatannya?

Telusuri Penebangan Liar di Bener Meriah, Ini Pesan Irwandi
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bersama Bupati Bener Meriah Ahmadi saat mendatangi PT.GSM di hutan Aceh, Jum’at 24 November 2017. (Foto: Samsuddin)

Telusuri Penebangan Liar di Bener Meriah, Ini Pesan Irwandi

"Selama ini berapa puluh ton kayu yang telah diangkut, serta dalam satu truk berapa ton muatannya?

Bener Meriah - Setelah mendapat laporan dari Bupati Bener Meriah Ahmadi, terkait maraknya penebangan liar di Bener Meriah dalam Rakor Kepala Daerah minggu lalu. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf langsung melakukan penelusuran ke daerah tersebut, Jum’at 24 November 2017.

Irwandi Yusuf di didampingi Bupati Bener Meriah, Ahmadi beserta rombongan langsung mendatangi best cam PT. GSM di daerah Perumpakan Kecamatan Mesidah. Di sana Irwandi Yusuf melihat langsung gelondongan kayu yang siap diangkat.

Kawasan tersebut merupakan kawasan PT. THL, namun untuk pengolahan kayu pinus, PT.THL telah mengontrakan kepada kontraktor GSM.

"Selama ini berapa puluh ton kayu yang telah diangkut, serta dalam satu truk berapa ton muatannya? tanya Irwandi kepada salah satu karyawan PT.GSM.

Dia juga meminta kepada PT. THL untuk menunjukkan dokumen seperti RKU (Rencana Kerja Usaha) dan RKT (Rapat Kerajaan Tahunan).

Meski PT.THL telah mengantongi izin yang sah, namun mereka telah melakukan pelanggaran. Pasalnya menurut orang nomor satu di Aceh itu, setiap ada penebangan di situ harus ada pembibitan dan penanaman kembali. Namun dari dulu PT.THL hanya melakukan penebangan tanpa ada penanaman.

"Dulu juga PT.THL pernah melakukan penebangan di daerah kilometer 40 Kecamatan Pintu Rime Gayo, namun mereka tidak melakukan penanaman yang ada di areal itu," tegas Pilot Eagle One itu.

Terkait PT.GSM dalam mengangkut kayu dari Bener Meriah ke Sumatra Utara, muatan truk dinilai membawa kayu melebihi tonase beban jalan sehingga banyak jalan yang hancur. Untuk ia berharap jalan yang rusak untuk diperbaiki kembali oleh GSM.

Sementara lokasi lain yang didatangi Rombongan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah adalah salah satu Somil (Pengolahan kayu) milik warga Bener Meriah.

Meski Somil tersebut memilikin izin dari Gubernur sesuai plang yang tertera disana. Namun kata Irwandi, selama ini mereka diduga melakukan penebangan di luar areal mereka (mencuri kayu).

"Terkait izin, menurut saya banyak ketimpangan, kuat dugaan perizinan itu di Bekap oleh oknum KPH wilayah 2 Aceh. Untuk itu kegiatan Somil ini harus dihentikan karena mereka mengambil kayu bukan dari areal mereka melainkan mencuri kayu.," cetusnya.

Irwandi Yusuf juga mengharapkan kepada Polres Bener Meriah untuk menyelidiki hal tersebut, karena ilegal loging harus dihentikan guna kelestarian alam ini.

Sementara itu, Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli mengtakan, pihaknya akan mendalami  hal itu, dan akan memanggil saksi-saksi dari KPH maupun pemilik Somil..

"Kalau mereka tidak bisa menjelaskan sumber kayu yang mereka olah, maka kita akan proses ," terangnya.

Bupati Ahmadi selaku tumpuk pimpinan Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah menyatakan telah melaporkan hal tersebut ke tingkat provinsi pada saat Rakor, karena menurutnya hutan merupakan kewenangan pihak provinsi. Dan hal itulangsung ditindaklanjuti oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Kita berharap, persoalan kerusakan jalan dan perambahan hutan dapat segera terselesaikan," pinta Ahmadi.[]