Tidak Sopan saat Nyanyikan Indonesia Raya, Asisiten I Tegur Peserta Pelantikan PPK Pidie

"Menyanyikan lagu Indonesia Raya tidak boleh lihat kiri kanan ataupun mengoyang-goyangkan kaki. Tidak sopan itu namanya," katanya.

Tidak Sopan saat Nyanyikan Indonesia Raya,  Asisiten I Tegur Peserta Pelantikan PPK Pidie
KIP Pidie Lantik 69 PPK, di Wisma Safira Sigli,  Kamis 8 Maret 2018.

Tidak Sopan saat Nyanyikan Indonesia Raya, Asisiten I Tegur Peserta Pelantikan PPK Pidie

"Menyanyikan lagu Indonesia Raya tidak boleh lihat kiri kanan ataupun mengoyang-goyangkan kaki. Tidak sopan itu namanya," katanya.

Sigli - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie melantik 69 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pemilihan legeslatif dan pemilihan presiden 2019. Pelantikan dilakukan di Wisma Safira Sigli,  Kamis 8 Maret 2018. Dalam acara tersebut, Asisten I Setdakab Pidie Drs Yusri Malek menegur peserta yang dinilai tidak sopan saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ketua KIP Pidie Ridwan mengatakan, Setiap kecamatan akan ditempatkan masing-masing tiga orang, dengan total kecamatan di Pidie berjumlah 23 kecamatan. Dari 69 orang PPK yang dilantik 12 di antaranya adalah perempuan.

"Penyelenggara pemilu harus memiliki integritas, profesional dan jujur dalam melaksanakan tugas," katanya.

Menurut Ridwan, dalam merekrut PPK, KIP Pidie melaksanakannya dengan metode e-rekruitmen, semua pendaftar berjumlah 562 orang, dengan rincian 194 pendaftar perempuan dan 368 orang laki-laki.

Asisten I Setdakab Pidie Drs Yusri Malek saat menyampaikan sambutan, dirinya menegur peserta PPK yang dilantik karena dinilai tidak serius saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Menyanyikan lagu Indonesia Raya tidak boleh lihat kiri kanan ataupun mengoyang-goyangkan kaki. Tidak sopan itu namanya," katanya.

Selain itu Yusri Malek meminta penyelenggara pemilihan agar dapat menjalin hubungan harmonis dengan semua pihak sehingga pemilu yang demokratis dapat diwujudkan.[]