Tidur dan Komplikasi Persalinan, Apa Hubungannya?

Tidur dan Komplikasi Persalinan, Apa Hubungannya?
Ilustrasi | Tempo.Co

Tidur dan Komplikasi Persalinan, Apa Hubungannya?

Jakarta -  Wanita hamil yang memiliki masalah tidur cenderung mengalami komplikasi saat melahirkan. Terutama jika kurang tidur dalam trimester pertama. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychosomatic Medicine mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat membuat ibu hamil mengalami komplikasi saat persalinan. Para ahli  merekomendasikan durasi tidur ibu hamil antara 7-9 jam tidur per malam. Sehingga tubuh memiliki cukup waktu untuk memperbaiki mental dan fisiknya sendiri. 

"Bila Anda tidak bisa tidur di malam hari, tidur siang dapat membantu Anda mendapatkan kembali tidur yang hilang," kata penulis studi Michele Okun, PhD, asisten profesor psikiatri di University of Pittsburgh School of Medicine. Cobalah untuk tidur selama satu setengah jam sehingga Anda menyelesaikan siklus REM penuh - dan tunda sebelum jam 4 sore bila memungkinkan. Jika ibu bekerja di siang hari, gunakan waktu akhir pekan untuk tidur.

Para peneliti yang dilansir Women’s Health mengumpulkan informasi tentang pola tidur dari 168 ibu hamil dari penelitian sebelumnya tentang efek antidepresan pada hasil kehamilan. Jadi untuk penelitian ini, peneliti mengambil data yang sama dan melihat wanita mana yang melahirkan bayi prematur atau melahirkan dengan berat lahir rendah. Menariknya, ketika wanita sering mengalami masalah tidur selama trimester pertama, mereka cenderung mengalami masalah saat melahirkan.

Kurang tidur meningkatkan kadar sitokin, protein penting untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Dan terlalu banyak sitokin menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang otot dan jaringan yang sehat, yang dapat menyebabkan komplikasi persalinan.

Kurang tidur sesekali tidak akan mengganggu kadar sitokin pada keseluruhan kehamilan. Namun, jika terus-menerus mengalami masalah tidur terutama selama trimester pertama, cobalah tip ahli ini untuk mengantarkan Anda ke alam mimpi dengan cepat.

Perut Anda yang makin membesar membuat posisi tertentu tidak terasa nyaman untuk tidur. Akibatnya, Anda banyak berguling-guling, tapi tidak banyak mengalami tidur. Untuk mengatasinya: gunakan bantal kehamilan yang membungkus tubuh Anda untuk menunjang punggung dan perut Anda, kata Okun.

Pada akhir penelitian, 42 persen wanita dilaporkan mengalami insomnia. Sejumlah faktor bisa disalahkan, termasuk stres. Jika Anda terbaring di tempat tidur terjaga lebih dari 20 menit, lakukan sesuatu yang membosankan seperti membaca buku atau koran yang biasanya membuat Anda betul-betul merasa muak. Pastikan untuk melakukannya di ruangan lain sehingga Anda tidak mulai mengasosiasikan tempat tidur Anda dengan aktivitas selain tidur, yang bisa memperburuk masalah, kata Okun. Satu tip tambahan untuk ibu hamil: jaga agar lampu tetap redup selama melakukan aktivitas membosankan Anda.[] Tempo