Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Aceh, YBM BRI Gulirkan Program Sereh Wangi

Sejak 2017 Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) menggulirkan program budidaya sereh wangi

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Aceh, YBM BRI Gulirkan  Program Sereh Wangi

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Aceh, YBM BRI Gulirkan Program Sereh Wangi

Sejak 2017 Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) menggulirkan program budidaya sereh wangi

Banda Aceh – Sereh wangi dengan nama latin Cymbopogon Nardus L termasuk golongan rerumputan yang memiliki banyak manfaat. Sereh wangi dapat menghasilkan minyak atsiri yang mempunyai peranan penting untuk kesehatan serta mengatasi berbagai penyakit. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak atsiri terbesar di dunia. Sebanyak 40 jenis minyak atsiri sudah dikenal, 20 di antaranya adalah minyak potensial yang telah berkembang di pasar dan bernilai ekonomi tinggi.

Melihat peluang ekonomi yang bernilai tinggi dari sereh wangi, maka sejak 2017 Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) menggulirkan program budidaya sereh wangi dalam Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR). Melalui program ini YBM BRI memberikan stimulus modal, mentoring usaha, bimbingan usaha agar menjadi usaha yang bankable dan mampu mengakses sumber modal lainnya untuk perkembangan usaha.

Pada 30-31 Juni 2018, YBM BRI melakukan monitoring dan evaluasi terkait ketepatan penerima manfaat/mustahik, teknis pelaksanaan usaha dan perkembangan usaha di dua titik kelompok binaan budidaya sereh wangi yaitu Gampong Kaye Aceh dan Tangan-tangan, Aceh Barat Daya.

Turut hadir dalam monitoring dan evaluasi Edi Utomo (Wakil Ketua Badan Pengurus YBM BRI), Sepyan Uhyandi (Sekretaris Jenderal Badan Pengurus YBM BRI), Djoko Purwanto (Sekretaris Umum Badan Pengurus YBM BRI), Irwan (Kabag Program Kanwil Banda Aceh), Andri Arjuna (Ketua YBM BRI Kanwil Banda Aceh), Candra Diesta Wardana (Sekretaris Ketua YBM BRI Kanwil Banda Aceh), dan Fandi (Pimpinan Cabang Kanca BRI Blangpidie, Aceh Barat Daya).

Sejak Desember 2017, masyarakat Gampong Kaye Aceh dan Tangan-tangan, Aceh Barat Daya menjadi peserta binaan kelompok budidaya sereh wangi YBM BRI dengan menerima bantuan senilai Rp. 129.000.000,-. Hingga kini, per hari kelompok binaan budidaya sereh wangi mampu melakukan penyulingan sebanyak dua kali dengan perolehan rata-rata panen untuk sekali suling daun basah 500 kg menghasilkan 3.2 kg minyak dengan harga jual Rp. 300.000,- per kg atau peserta dapat menghasilkan uang sebesar Rp. 600.000,- per hari. Namun, proses penyulingan belum stabil setiap hari.

“Alhamdulillah, budidaya sereh wangi untuk menghasilkan minya atsiri ini masih terus berjalan. Diharapkan kepada kelompok binaan untuk terus berusaha merawat kebun dengan benar agar memperoleh hasil yang maksimal. Jika usahanya sudah stabil, maka anggota dapat mengakses dana KUR BRI untuk memperluas penanaman dilahan masing-masing.” Pesan Edi Utomo selaku Wakil Ketua Badan Pengurus YBM BRI.

Salah satu anggota kelompok mengenang bahwa sebelum menerima bantuan dan pembinaan budidaya sereh wangi dari YBM BRI, ia bekerja sebagai buruh tani dan pengumpul batu di sungai. Setelah menerima bantuan dan pembinaan, ia mulai fokus pada pertanian budidaya sereh wangi.

 “Terima kasih YBM BRI, telah memberikan kami bantuan dan pembinaan budidaya sereh wangi yang memiliki nilai jual tinggi sehingga kami dapat meningkatkan perekonomian keluarga kami menjadi lebih baik. Semoga YBM BRI sukses selalu dan berkah.” Tutur Tarmani selaku penerima manfaat.[]