TPSA Canada Latih Petani Kopi Gayo dan Sulawesi Selatan ke Jember

Pengaruh negatif perubahan iklim terhadap produktifitas dan kualitas kopi Arabika sudah menjadi ancaman serius bagi produktifitas dan kualitas kopi Arabika

TPSA Canada Latih Petani Kopi Gayo dan Sulawesi Selatan ke Jember
Ilustrasi: Festival Kopi di Banda Aceh, Sabtu 21 Oktober 2017 (Photo : Hendri)

TPSA Canada Latih Petani Kopi Gayo dan Sulawesi Selatan ke Jember

Pengaruh negatif perubahan iklim terhadap produktifitas dan kualitas kopi Arabika sudah menjadi ancaman serius bagi produktifitas dan kualitas kopi Arabika

Banda Aceh - Sebanyak 12 petani kopi Arabika dari Gayo Aceh dan delapan dari Sulawesi Selatan mendapat pelatihan Produktivitas dan Pengolahan Kopi yang berkelanjutan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (PUSLITKOKA) di Jember, Provinsi Jawa Timur pada 16 s/d 19 Januari 2018.

Dalam kesempatan ini, para peserta juga mendapat pemahaman dan pengetahuan yang terkait dengan pengaruh perubahan iklim terhadap produktifitas kopi, praktek perkebunan kopi yang baik dan berkelanjutan.

Coffee Sector Manager TPSA Canada, Said Fauzan Baabud mengatakan bahwa pengaruh negatif perubahan iklim terhadap produktifitas dan kualitas kopi Arabika sudah menjadi ancaman serius bagi produktifitas dan kualitas kopi Arabika. Untuk itu, kita perlu memberikan pengetahuan dan keahlian bagi petani kopi Arabika untuk memitigasi pengaruh ini.

Seperi diketahui bersama, konsumen kopi di negara Kanada dan negara-negara Amerika Utara juga memperhatikan aspek  sosial dan lingkungan dalam industry kopi. Hal-hal yang terkait dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup menjadi penting dalam menambah nilai jual kopi.

Pelatihan yang diberikan selama empat hari penuh ini juga diisi dengan praktek langsung lapangan ke perkebunan kopi di Bondowoso, Jawa Timur. Prospek pemasaran kopi organic, pengelolaan limbah dari kulit kopi, praktek teknik pembuatan kompos dan praktek pengolahan hulu dan hilir kopi juga menjadi bagian dalam materi pelatihan ini.

Said Fauzan Baabud mengatakan bahwa dalam masa empat bulan pasca pelatihan ini, pihak PUSTLITKOKA akan berkunjung ke Gayo dan Sulawesi Selatan untuk melakukan evaluasi sejauh mana petani menerapkan dan menularkan ilmu yang telah diterima dari pelatihan ini.

Sofyan, salah satu peserta dari Gayo Aceh menuturkan materi dan praktek dari pelatihan ini sangat sesuai dengan keadaan di lapangan. “Saya sangat bersyukur mendapat pelatihan di PUSLITKOKA Jember karena kualitas pemateri dan fasilitasnya sangat memuaskan.[]