Triple-P Gelar Pentas Seni Panti Asuhan Se-Aceh Tengah

Kegiatan yang dibuka Istri Wakil Gubenur Aceh, Dyah Erti Idawati  itu menampilkan sejumlah atraksi seni yang memukau ratusan pengunjung yang hadir

Triple-P Gelar Pentas Seni Panti Asuhan Se-Aceh Tengah
Penampilan tari kreasi dari Panti Asuhan Budi Luhur pada Pentas Seni yang digelar Triple-P Takengon, Minggu, 17 Desember 2017.

Triple-P Gelar Pentas Seni Panti Asuhan Se-Aceh Tengah

Kegiatan yang dibuka Istri Wakil Gubenur Aceh, Dyah Erti Idawati  itu menampilkan sejumlah atraksi seni yang memukau ratusan pengunjung yang hadir

Takengon – Pemuda Peduli Panti (Triple-P) Takengon menggelar Pentas Seni Panti Asuhan Se-Aceh Tengah dan Lomba Mewarnai Tingkat TK dan SD di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Minggu 17 Desember 2017.

Kegiatan yang dibuka Istri Wakil Gubenur Aceh, Dyah Erti Idawati  itu menampilkan sejumlah atraksi seni yang memukau ratusan pengunjung yang hadir.

Ketua Panitia, Andika Hariyanto Surbakti mengatakan, Komunitas Triple-P Takengon baru berdiri 2015 lalu dan terfokus pada pendampingan bagi anak panti asuhan, terlantar dan putus sekolah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari perhatian Triple-P pada anak-anak panti asuhan di Aceh Tengah dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujarnya.

Andika menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan tiga panti asuhan di Kabupaten Aceh Tengah, yaitu Kasih Ibu, Budi Luhur, dan Nurdin.

Sementara itu, Istri Wakil Gubenur Aceh, Dyah Erti Idawati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi pada kegiatan pentas seni panti asuhan dan meminta kepada pengurus Triple-P untuk terus bekerja sama dengan pemerintah.

“Sebagai pemerintah, kami adalah orang tua bagi anak-anak ini sesuai dengan amanat undang-undang. Untuk itu kami sangat mendukung setiap kegiatan yang membantu perkembangan generasi bangsa, salah satunya anak panti ini,” jelasnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Merangkai Kebersamaan dan Berbagi untuk Meningkatkan Potensi dan Bakat Anak Panti Asuhan di Aceh Tengah” itu dirangkai dalam sejumlah kegiatan. Antara lain lomba mewarnai, didong, tari tradisional, lagu gayo, tari kreasi, hafalan juz amma, fashion show nusantara, dramatisasi puisi, dan perkusi barang bekas.[]