Trump dan Kim Jong-un Akan Bertemu Bulan Mei

"Kim berjanji bahwa Korea Utara akan menahan diri dari uji coba nuklir maupun rudal"

Trump dan Kim Jong-un Akan Bertemu Bulan Mei
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un direncanakan akan bertemu pada bulan Mei mendatang. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian

Trump dan Kim Jong-un Akan Bertemu Bulan Mei

"Kim berjanji bahwa Korea Utara akan menahan diri dari uji coba nuklir maupun rudal"

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump siap bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un pada bulan Mei. Ini merupakan tanggapan Trump atas undangan Jong-un untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi AS-Korut yang pertama.

Informasi ini disampaikan langsung oleh utusan Korea Selatan (Korsel), Chung Eui-yong, setelah memberikan laporan kepada Trump mengenai pertemuan pejabat Korsel dengan Kim Jong-un awal pekan ini. Kepada Trump, Eui-yong mengatakan, Kim telah berkomitmen melakukan "denuklirisasi" dan menangguhkan uji coba nuklir atau rudal.

"Saya mengatakan kepadanya (Trump) bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi," ujar Kepala Keamanan Nasional Korsel itu. 

"Kim berjanji, jika Korea Utara akan menahan diri dari uji coba nuklir atau rudal lagi," sambungnya.

"Dia menyatakan keinginannya untuk bertemu Presiden Trump secepatnya," katanya. 

"Presiden Trump menghargai pengarahan tersebut dan mengatakan bahwa dia akan bertemu dengan Kim Jong-un pada bulan Mei untuk mencapai denuklirisasi," tukasnya seperti dilansir dari Reuters, Jumat (9/3/2018).

Pernyataan Eui-yong ini pun dibenarkan juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders. 

"Presiden Trump akan menerima undangan bertemu dengan Kim Jong-un di suatu tempat dan waktu yang akan ditentukan," ujar Sanders.

"Kami menantikan denuklirisasi Korea Utara. Sementara itu, semua sanksi dan tekanan maksimal harus tetap ada," imbuhnya.

Pada Kamis malam Trump melalui akun Twitternya memposting serangkaian potensi pertemuannya dengan Jong-un dalam bingkai positif.

"Kim Jong-un berbicara tentang denuklirisasi dengan Perwakilan Korea Selatan, bukan hanya pembekuan," katanya dalam satu postingan. 

"Kemajuan besar dibuat tapi sanksi akan tetap ada sampai tercapai kesepakatan. Rapat sedang direncanakan!" sambungnya.

Sebuah pertemuan antara Kim dan Trump akan menjadi terobosan besar dalam kebuntuan terkait program nuklir dan rudal Korut. Korut telah melakukan serangkaian tes yang bertujuan mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang mampu menghantam daratan AS.

Meski begitu, Mereka tetap mewaspadai tawaran diplomatik Korut, terlebih sejarah negara tersebut mengingkari komitmen internasional dan kegagalan upaya pelucutan senjata oleh pemerintahan Presiden Bill Clinton, Presiden George W. Bush dan Presiden Barack Obama.

Di bawah Clinton pada bulan Oktober 2000, Menteri Luar Negeri AS Madeleine Albright mengadakan pembicaraan di Pyongyang dengan pemimpin Korut saat itu Kim Jong-il, ayah dari Kim Jong-un.[]

Sumber: Reuters