UIN Ar-Raniry dan UGM Gelar FGD Pelembagaan Nilai Pancasila

“UIN Ar-Raniry menerapkan nilai-nilai pancasila kepada mahasiswa sejak masuk perguruan tinggi"

UIN Ar-Raniry dan UGM Gelar FGD Pelembagaan Nilai Pancasila

UIN Ar-Raniry dan UGM Gelar FGD Pelembagaan Nilai Pancasila

“UIN Ar-Raniry menerapkan nilai-nilai pancasila kepada mahasiswa sejak masuk perguruan tinggi"

Banda Aceh - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pelembagaan dan pemberdayaan nilai-nilai pancasila di Perguruan Tinggi di Ruang Sidang rektor lantai II gedung Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Senin 9 April 2018.

Wakil Rektor bidang akademik dan kelembagaan UIN Ar-Raniry, Dr. H. Muhibbuthabry, M.Ag disela-sela kegiatan mengatakan, bahwa program penerapan nilai-nilai pancasila telah lama menjadi prioritas di UIN A-Raniry, baik melalui mata kuliah maupun seminar dan diskusi lainnya.

“UIN Ar-Raniry menerapkan nilai-nilai pancasila kepada mahasiswa sejak masuk perguruan tinggi, yakni mata kuliah pancasila dan pendidikan kewarganegaraan menjadi matakuliah wajib bagi setiap mahasiswa,” ujarnya.

Atas kerjasama ini, Warek I menambahkan, bahwa UIN Ar-Raniry mengharapkan akan ada dosen-dosen dari UGM untuk membantu UIN Aceh dalam rangka menguatkan nilai-nilai pancasila bagi mahasiswa, kerja sama ini akan terus kita pupuk dan kembangkan.

Kepala Pusat Studi Pancasila UGM, Dr. Heri Susanto, mengatakan idealnya nilai-nilai pancasila menjadi hal utama dalam rangka membudayakan pancasila. Oleh karena itu, FGD yang dilakukan ini untuk mendiskusikan apa yang harus dilakukan untuk diterapkan di perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya.

“FGD tersebut akan membahas antara lain peluang dan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam melakukan pelembagaan dan pembuadayaan pancasila, sehingga nantinya dapat dirumuskan bersama yang akan menjadi rekomendasi,” ujarnya.

Heri menambahkan, kegiatan FGD ini dilaksanakan mengacu pada UU.No12 tahun 2012, pasal tersebut menjadi dasar filosofis ideology dan yuridis, untuk penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia harus berdasarkan pancasila, UUD NRI 1945 dan Bhinneka Tuggal Ika.

Dr. Husna Amin, salah seorang narasumber FGD dari UIN Ar-Raniry mengatakan, ia bersama narasumber lainnya akan menyampaikan materi antara lain, tentang konsep dan kebijakan pelembagaan dan pembudayaan pancasila berdasarkan UU No 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, model pelembagaan dan pembudayaan pancasila di UGM dan UIN Ar-Raniry.

FGD tersebut diikuti oleh sepuluh universitas di Aceh, yang diwakili oleh wakil pimpinan dari kampus tersebut, berlangsung selama satu hari.[]