UIN Ar-Raniry Diharapkan Menjadi Wadah Keharmonisan Nilai Pancasila

Aceh dapat diposisikan sebagai tempat strategis dalam merealisasikan nilai-nilai pancasila, khususnya dalam kaitan komunitas Islam dapat menerima nilai pancasila.

UIN Ar-Raniry Diharapkan Menjadi Wadah Keharmonisan Nilai Pancasila
Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, menyerahkan cindramata kepada Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr. Yudi Latif, Jumat (4/5/2018) di Aula Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Usai pengukuhan pengurus PSP UIN Ar-Raniry dan penyampaian Kuliah Umum.

UIN Ar-Raniry Diharapkan Menjadi Wadah Keharmonisan Nilai Pancasila

Aceh dapat diposisikan sebagai tempat strategis dalam merealisasikan nilai-nilai pancasila, khususnya dalam kaitan komunitas Islam dapat menerima nilai pancasila.

Banda Aceh - Pengurus Pusat Studi Pancasila (PSP) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dikukuhkan, pengukuhan dilakukan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr. Yudi Latif, di Aula Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Jumat 4 Mei 2018.

Usai mengukuhkan pengurus PSP Pascasarjana UIN Ar-Raniry dan penyampaian Kuliah Umum, Yudi Latih mengatakan, kegiatan tersebut mengangkat tema “Revitalisasi Pancasila Demi Aceh yang Damai dan Sejahtera”, dengan tujuan untuk mencari suatu relasi yang harmonis antara nilai-nilai Islam atau keagamaan dengan kepancasilaan.

“Revitalisasi pancasila dalam konteks Aceh berarti mencari suatu relasi yang harmonis antara nilai-nilai Keislaman atau Keagamaan dengan nilai-nilai Kepancasilaan. Bagaimana nilai keislaman menjadi sumber nilai yang memasok dan mengalirkan nilai-nilai kearifan dan kebaikan yang dapat bersambung dengan kebaikan yang ada baik di tempat, agama dan suku lain dalam rangka marawat kebersamaan dan kerukunan,” ujar Yudi.

Menurutnya, Aceh punya kredibilitas, karena warisan historisnya yang panjang dan peran yang penting dalam proses pembentukan Keindonesiaan, Aceh dapat diposisikan sebagai tempat strategis dalam merealisasikan nilai-nilai pancasila, khususnya dalam kaitan komunitas Islam dapat menerima nilai pancasila.

Yudi Latif mengharapkan, PSP di UIN Ar-Raniry dapat menjadi wadah untuk menggali bagaimana keharmonisan nilai-nilai pancasila dengan nilai-nilai keislaman, diharapkan juga dapat meyuarakan nilai-nilai Pancasila dengan pendekatan nilai-nilai budaya, seperti dengan cara bertutur atau hikayat, syair dan kisah-kisah dan disebarluaskan melaui media sosial, maka ini akan menjadi hal yang sangat luar biasa.

Sebelumnya, dalam kuliah umumnya, Yudi menyampaikan tentang lima isu strategis pembinaan ideology pancasila, menurutnya hal yang pertama adalah tentang wawasan sejarah, konseptual, yuridis dan wawasan implementatif, ke dua adalah Inklusi Sosial yang meliputi tentang menguatnya politisasi indentitas, baik berdasarkan suku, ras maupun agama, ke tiga tentang keadlilan sosial, pelembagaan pancasila, dan lima keteladanan pancasila.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, mengatakan bahwa Pusat studi Pancasila tersebut merupakan pusat kajian ilmiah, hal tersebut lakukan dalam rangka memastikan bahwa ternyata pancasila itu memiliki kerangka falsafah yang cukup luar biasa, dan itu tidak banyak digali orang.

Oleh karena itu, kata Syahrizal PSP punya tanggung jawab untuk menggali dari segi sejarah, filosofi, prakis, yakni bagaimana pancasila itu bekerja dalam ranah Negara Indonesia sebagai falsafah bangsa ini.  Kemudian juga bahwa Pancasila ini harus ditransformasikan ke dalam masyarakat dalam pola-pola di era sekarang ini, tidak lagi seperti era P4 dulu, tapi harus ditunjukkan sebagai contoh keteladanan dan bukti kongkrit.

“Hal tersebut menjadi tugas dari pusat studi yang ada di UIN Ar-Raniry ini, jadi PSP melakukan penelitian, memberikan pemahaman yang luas, termasuk hubungan pancasila dengan islam, juga melakukan training dan aktivitas lain,” kata Dia.

Untuk tahap awal, kata Direktur akan dimulai dari Pascasarjana, karena menyangkut dengan studi ilmiah, banyak para peneliti, ilmuan, guru besar, merekan akan dipersiapkan untuk melakukan studi-studi mendalam tentang pancasila, ke depan dapat dikembangkan dengan melibatkan seluruh mahasiswa yang ada di UIN Ar-Raniry.

Pengurus yang dikukuhkan antara lain, Dr. Salman Abdul Muthallib, sebagai coordinator, Prof. Dr. A. Hamid Sarong, SH., MH sebagai ketua, Muhammad Siddiq Armia, Ph.D, serta pengurus pada divisi-divisi pelaksana tugas khusus, seperti divisi riset dan pengembangan, training dan penelitian, sosialisasi dan pengabdian masyarakat, dan divisi publikasi dan hubungan masyarakat.[]