UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional Biotik VI

Seminar yang merupakan kegiatan rutin tahunan yang ke enam

UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional Biotik VI
Warek III UIN Ar-Raniry, Dr. Saifullah menyerahkan Cindramata kepada salah seorang narasumber pada seminar nasional biotik VI tahun 2018 di Auditorium Ali Hasjmy Banda Aceh, Kamis (19/7/2018)

UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional Biotik VI

Seminar yang merupakan kegiatan rutin tahunan yang ke enam

Banda Aceh - Program Studi Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menggelar Seminar Nasional Biotik ke VI tahun 2018, kegiatan tersebut dibuka Warek III UIN Ar-Raniry, berlangsung di Auditorium Prof Ali Hasjmy Darussalam Banda Aceh, Kami 19Juli 2018.

Seminar yang merupakan kegiatan rutin tahunan yang ke enam itu diikuti 469 peserta, 128 di antaranya peserta pemakalah yang akan mempresentasikan artikel masing-masing pada sesi diskusi nantinya, mereka terdiri dari dosen dan mahasiswa pendidikan biologi di kampus seluruh Aceh, demikian disampaikan Ketua Prodi Pendidikan Biologi UIN Ar-Raniry, Samsul Kamal, M.Pd.

Samsul menambahkan, panitia menghadirkan tiga Keynote Speaker, yaitu RafaellaCommitante, Ph.D dari California State University, USA, Dr. Slamet Suyanto dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Sumita Sugnaseelan, Ph.D dari Universitas Putra Malaysia, serta beberapa narasumber lainnya termasuk ketua prodi biologi seluruh Aceh.

“Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan agar para mahasiswa dan peserta dapat memperoleh informasi dari berbagai pengalaman dari para peneliti di seluruh dunia, sehingga dapat memperkaya wawasan mahasiswa dalam riset, menulis serta publikasi karya ilmiah,” kata Dia.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Saifullah, S.Ag., M.Ag dalam sambutannya saat membuka acara tersebut mengharapkan seminar biotik ini tidak hanya tingkat lokal dan nasional, ke depan dapat terlakasana tingkat internasional.

“Menuju sebuah kampus yang bertaraf  internasional atau world class university, salah satu hal yang harus dilakukan adalah perbanyak publikasi karya ilmiah dengan berbagai karya yang dihasilkan melalui penelitian,” ujarnya.

Saifullah menambahkan, menghadapi revolusi industri 4.0, serba cepat dengan perkembangan teknologi informasi, karya-karya ilmiah terbaik yang dipublikasi dapat dibaca di seluruh dunia, oleh karena itu dengan kondisi saat ini dituntuk kepada para ilmuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Warek III mengaharapkan, hasil dari diskusi pada seminar tersebut dapat bermanfaat oleh semua komponen, selanjutnya agar lahir penemuan-penemuan baru dari kampus untuk masyarakat.

Pada Seminar yang bertemakan “Pemanfaatan Riset Biodiversitas dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Karakter dan Lingkungan Menuju Revolusi 4.0” tersebut juga dipamerkan berbagai penemuan ilmiah hasil uji laboratorium mahasiswa, di antaranya telur asin pedas, yogurt air tajin, kecap air kelapa, nata de Yam dan isolate ragi tapai. []