UIN Ar-Raniry Segera Buka Fakultas Kesehatan

"Kita berharap dukungan dari berbagai pihak dalam rangka pengembangan UIN di masa mendatang."

UIN Ar-Raniry Segera Buka Fakultas Kesehatan
Rekto UIN Ar-Raniryr, Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA

UIN Ar-Raniry Segera Buka Fakultas Kesehatan

"Kita berharap dukungan dari berbagai pihak dalam rangka pengembangan UIN di masa mendatang."

Banda Aceh - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry sedang mempersiapkan proposal untuk pengembangan bidang studi baru, antara lain fakultas kedokteran dan fakultas yang memperlajari ilmu kesehatan, demikian disampaikan Rektor, Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA kepada awak media disela-sela prosesi wisuda semester genap TA 2017/2018, Kamis (6/9/2018) di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Darussalama Banda Aceh.

Warul mengatakan, setelah terjadi alih status dari IAIN menjadi universitas, UIN Ar-Raniry memiliki kesempatan dan peluang sangat besar yang diberikan oleh pemerintah dalam rangka pengembangan bidang pendidikan yang bukan hanya dibidang sosial dan keagamaan saja, juga dapat dikembangankan fakultas kedokteran atau fakultas yang berkaitang dengan kesehatan masyarakat, keperawatan dan kebidanan serta fakultas lainnya.

“Kita mengharapkan generasi muda Aceh mampu mengamalkan integrasi ilmu keislaman dengan sains modern, terutama berkaitan dengan medik dan ini merupakan sebuah upaya  integrasi ilmu, bagaimana nanti ada kesatuan ilmu-ilmu, tidak ada beda antara ilmu umum dengan ilmu agama, tetapi bagaimana ilmu agama terintegrasi dengan baik dengan ilmu-ilmu yang lain, sebaliknya ilmu umum dapat  terintegrasi dengan baik dengan ilmu lainnya,” kata Dia.

Pihaknya mengaku sedang menyusun proposal dalam rangka pengembangan program studi dan fakultas di UIN Ar-Raniry, terutama fakultas yang berhubungan dengan keilmuan kesehatan masyarakat, dan itu telah dimasukkan ke dalam rencana kampus II dengan berbagai bantuan pemerintah baik ditingkat daerah maupun pusat, kita berharap dukungan dari berbagai pihak dalam rangka pengembangan UIN di masa mendatang.

Warul berharap, UIN Ar-Raniry ini akan menjadi jati diri Pusat Tamaddun Islam terbaik di kawasan ini, terutama terkait interaksi dan interkoneksi ilmu keislaman dan sains modern, dan nilai-nilai kebangsaan menjadi penting serta menjadi acuan terutama bagi alumni dalam meniti karir dan pekerjaan lainnya.

Kepada alumni, Rektor juga berharap tidak hanya sebagai pekerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dengan berbagai keterampilan yang dimiliki, dan yang paling penting menjadi keteladanan dalam masyarakat.

UIN Ar-Raniry Pelopor Bahasa Terbaik di Sumatera

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh akan menjadi salah satu kampus pelopor pengembangan bahasa terbaik di Sumatera, karena selama beberapa kampus secara khusus datang ke kampus yang dipimpinnya untuk mempelajari bagaimana pengembangan bahasa yang diterapkan di UIN Ar-Raniry.

“UIN Ar-Raniry merupakan salah satu pelopor pengembangan bahasa tebaik di Sumatera, hal ini bukan isapan jempol belaka karena banyak provinsi lain yang datang ke UIN Ar-Raniry khusus untuk belajar bagaimana pengembangan bahasa Arab dan Bahasa Inggris di kampus”,kata Warul Walidin.

Selain itu, kata Warul Walidin, UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga bertekad menjadi pelopor pengajaran bahasa Arab terbaik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Untuk itu kita berharap dukungan dari berbagai pihak dalam mewujudkan hal tersebut.

“Selain fokus kepada bahasa arab dan bahasa inggris, kita juga akan membekali para mahasiswa dengan bahasa mandarin, Jepang Jerman dan Korea,”kata Rektor.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengingatkan para wisudawan bahwa kemampuan berbahasa asing sudah menjadi kebutuhan bagi semua semua lulusan UIN Ar-Raniry Banda Aceh agar siap bersaing di era globalisasi dewasa ini.

“Alhamdulillah, saat ini banyak alumni UIN Ar-Raniry yang mampu berbahasa asing, terutama bahasa Arab dan Inggris, kita melihat mahasiswa kita yang mewakili wisudawan pada wisuda sangat fasih dalam menyampaikan kesan dan pesan dengan menggunakan bahasa asing,” ujarnya.

Ditambahkan, ke depan diberharap akan dikembangkan lagi bahasa Jepang dan Jerman, kita terus akan melakukan terobosan-terobosan dan peningkatan dibidang SDM, terutama pengembangan bahasa-bahasa asing lainnya, selain yang wajib di UIN Ar-Raniry yaitu bahasa Arab dan Inggris.

Tahun 2018, pada semester genap, UIN Ar-Raniry kembali mewisuda 1.320, prosesi wisuda dilaksanan selama dua hari, 5-6 September 2018.[]