UNDP akan Luncurkan cash for work untuk membersihkan reruntuhan di Sulawesi

Prakarsa cash-for-work ini akan memperkerjakan 3500 orang dan diharapkan memberi manfaat bagi ke lebih dari 15000 orang di lokasi yang paling parah tertimpa bencana

UNDP akan Luncurkan cash for work untuk membersihkan reruntuhan di Sulawesi

UNDP akan Luncurkan cash for work untuk membersihkan reruntuhan di Sulawesi

Prakarsa cash-for-work ini akan memperkerjakan 3500 orang dan diharapkan memberi manfaat bagi ke lebih dari 15000 orang di lokasi yang paling parah tertimpa bencana

Jakarta –Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP, ) bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah serta LSM Indonesia, akan segera meluncurkan program cash-for-work atau pemberian dana tunai sebagai bayaran dari pekerjaan membersihkan reruntuhan bangunan akibat bencana tsunami dan gempa bumi yang melanda Sulawesi,  Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari program bantuan cepat bagi bencana dari UNDP senilai USD 1.4 juta  untuk  membantu upaya pemulihan. Prakarsa cash-for-work ini akan memperkerjakan 3500 orang dan diharapkan memberi manfaat bagi ke lebih dari 15000 orang di lokasi yang paling parah tertimpa bencana.

“Pembersihan reruntuhan merupakan salah satu bagian terpenting dari operasi bantuan atas bencana. Tindakan yang segera kami lakukan terkait tata kelola reruntuhan dan infrastruktur  adalah dengan memprioritaskan daerah-daerah penerima bantuan kemanusiaan,” kata UNDP Indonesia Country Director, Christophe Bahuet.

“Kami harapkan program ini membantu para warga untuk segera pulih,” tambahnya.

Tim dari UNDP Indonesia langsung tiba di lokasi sejak minggu pertama bencana untuk membantu warga yang terdampak, serta mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam mengkaji kebutuhan bagi pemulihan tahap awal. BNPB memimpin program bantuan dan pemulihan tahap awal.

Program cash-for-work dan program pemulihan bertumpu pada pengalaman UNDP dalam rekonstruksi dan pembangunan kembali Nepal yang ditimpa bencana alam serta Filipina yang diterjang badai Pablo di tahun 2012.

Pembiayaan prakarsa baru ini datang dari UN Central Emergency Response Fund, dan UNDP.[]