Unik! Perempuan Ini Memilih Majalah Tempo sebagai Maskawin

Alhasil, kepada Nana, penghulu tersebut hanya berujar, "Jadikan saja itu sebagai janji pernikahan tidak tertulis. Saya jadi saksinya, tapi jangan disebut di akad."

Unik! Perempuan Ini Memilih Majalah Tempo sebagai Maskawin
News Producer CNN Indonesia TV, Nana Riskhi Susanto, salah satu pembaca setia Majalah Tempo, Jakarta, 1 Februari 2018. Foto: Hadi Ahdiana

Unik! Perempuan Ini Memilih Majalah Tempo sebagai Maskawin

Alhasil, kepada Nana, penghulu tersebut hanya berujar, "Jadikan saja itu sebagai janji pernikahan tidak tertulis. Saya jadi saksinya, tapi jangan disebut di akad."

Jakarta - Banyak cerita menarik dari pembaca setia Majalah Berita Mingguan Tempo. Nana Riskhi Susanti, news producer pada Program Inside Indonesia, CNN Indonesia TV, adalah salah satunya. Wanita yang bisa dipanggil Nana ini sempat membuat janji dengan suaminya untuk berlangganan Tempo sebagai maskawin pernikahannya pada 6 Januari 2018 lalu.

"Tapi sama penghulu gak boleh, sebab maskawin kan harus tunai untuk seumur hidup," ujar Nana  melalui pesan singkat kepada Tempo di Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018. Penghulu tersebut, kata Nana, khawatir maskawin ini menjadi utang.

Alhasil, kepada Nana, penghulu tersebut hanya berujar, "Jadikan saja itu sebagai janji pernikahan tidak tertulis. Saya jadi saksinya, tapi jangan disebut di akad." Padahal, suami Nana, Hadi Ahdiana, saat itu sempat menghubungi Customer Service Tempo untuk berlangganan majalah seumur hidup.

Nana bersyukur, sang suami tetap memenuhi janjinya. Melalui akun instagramnya, Nana menulis, "Setiap pekan, majalah kesukaan saya yang enak dibaca dan perlu ini akan selalu dia sediakan."

Masih melalui akun instagramnya, Nana bercerita awal perjumpaannya dengan Tempo pada 1999. Saat itu usia Nana baru sekitar 10 tahun. "Orang tua yang pendidik, kerap membawakan majalah bekas yang tersisa dari perpustakaan sekolah," tulisnya.

Nana yang saat itu masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar memang belum paham semua rubrik yang ada di majalah yang mulai terbit pada 1971 itu. Cara penulisan setiap rubrik di Tempo dengan gaya bertutur atau bercerita, kata Nana, sangat enak dibaca. "Majalah inilah yang mengajari saya cara menyajikan cerita," ujarnya. 

Salah satu rubrik di Tempo yang membuat Nana kepincut, yaitu Catatan Pinggir yang ditulis oleh salah satu pendiri dan juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi MBM Tempo, yaitu Goenawan Mohamad.

Setelah 19 tahun, Nana membuktikan kesetiannya membuka halaman demi halaman Tempo. Cara penyajian berita dengan teknik penulisan feature ala Tempo, menjadi "guru" bagi Nana. Program acara yang kini Nana tangani di CNN Indonesia TV, yaitu Inside Indonesia, sangat membantu bagaimana menyusun feature atau liputan khas. "Nggak ada majalah lain yang lebih khas, selain itu juga karena independensinya."[]TEMPO.CO