Unsyiah Anugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Adnan Ganto

Putra Buloh Blang Ara itu, dinilai layak karena kontribusinya yang maksimal bagi pembangunan perekonomian di Indonesia dan Aceh.

Unsyiah Anugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Adnan Ganto
Rektor Unsyiah, Samsul Rizal menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa, kepada Adnan Ganto, dalam sidang terbuka di AAC Dayan Dawood, Selasa 9 Januari 2018. (Foto: Humas Aceh)

Unsyiah Anugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Adnan Ganto

Putra Buloh Blang Ara itu, dinilai layak karena kontribusinya yang maksimal bagi pembangunan perekonomian di Indonesia dan Aceh.

Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa, kepada Adnan Ganto, dalam sidang terbuka di AAC Dayan Dawood, Selasa 9 Januari 2018.

Putra Buloh Blang Ara itu, dinilai layak karena kontribusinya yang maksimal bagi pembangunan perekonomian di Indonesia dan Aceh.

Adnan Ganto juga sangat berperan menumbuhkembangkan kemapanan sistim ekonomi dan perbankan di Aceh. Salah satunya adalah proses transformasi Bank Pembangunan Aceh menjadi Bank Aceh Syariah. 

Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, mengatakan, Adnan yang juga penasihat Gubernur bidang ekonomi dan perbankan ini, merupakan sosok langka. Ia mampu menduduki posisi Direktur dan Komisaris Morgan Bank, salah satu bank terkemuka di Amerika Serikat. 

"Pengalamannya di dunia perbankan baik di Indonesia, Asia Pasifik, Eropa dan Amerika sangat mempengaruhi peran beliau dalam menangani secara efesien paket finansial dan prosedur anggaran pemerintah," kata Rektor Unsyiah.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah, Nasir Aziz. Menurutnya, Putra Aceh Utara ini juga ikut merintis perdamaian Aceh mulai tahun 2002. Ia adalah anggota delegasi Indonesia di perjanjian di Jenewa. 

"Kunci lancarnya perundingan adalah Adnan Ganto. Beliau adalah jembatan antara elit Aceh Merdeka dengan Pemerintah Pusat," ujarnya.

Sementara itu, Adnan Ganto dalam orasi ilmiahnya, menyebutkan ada tiga tantangan perekonomian yang akan dihadapi Indonesia di tahun ini, yaitu perlambatan konsumsi masyarakat, pelemahan harga komunitas dunia dan gejolak pasar keuangan global.

Adnan yang berpengalaman menjadi bankir selama 37 tahun itu mengatakan, krisis ekonomi global di tahun 2008 lebih parah dari krisis keuangan tahun 1928. Efeknya adalah terjadinya krisis global karena membengkaknya utang pemerintahan amerika yang mencapai 18,9 triliun $ atau sekitar 260 triliun rupiah. 

Namun demikian, hal tersebut tidak terlalu berpengaruh pada perekonomian Indonesia, dibanding dengan negara lain di Eropa. Penurunan pertumbuhan ekonomi, kata Adnan Ganto, tidak mencapai angka negatif. 

"Saya tidak hanya melakukan observasi tapi menyaksikan dari dekat atas perbagai kejadian yang berpengaruh pada perekonomian dunia," ujanya..

Di tahun 2030 nanti, Indonesia bahkan diprediksi akan menjadi salah satu negara G7 atau the group seven. G7 adalah negara besar dengan laju pertumbuhan ekonomi yang pesat. Para pemimpin dari negara G7 ini akan berunding menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi internasional. 

Negara anggota G7 ini adalah Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Perancis, Kanada dan Italia. Sementara di tahun 2030, Italia, Perancis, Jerman dan Kanada diprediksi akan keluar dari anggota G7, dan posisinya diganti oleh Cina, India, Indonesia dan Rusia. 

Dalam penganugerahan tersebut hadir Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan wakilnya Nova Iriansyah. Hadir juga mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wali Nanggroe Malik Mahmud, Guru Besar Hukum Tata Negara Mahfud MD, pimpinan DPRA dan anggota DPR RI l, Wakapolda Aceh serta Pangdam Iskandar Muda.[]