USIM Malaysia Akan Gelar Simulasi Umrah di TK RUMAN Aceh

"Simulasi umrah di sekolah Insya Allah akan diikuti oleh semua murid."

USIM Malaysia Akan Gelar Simulasi Umrah di TK RUMAN Aceh

USIM Malaysia Akan Gelar Simulasi Umrah di TK RUMAN Aceh

"Simulasi umrah di sekolah Insya Allah akan diikuti oleh semua murid."

Banda Aceh – Mahasiswa Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) akan menggelar simulasi ibadah umrah di Sekolah Taman Kanak-Kanak RUMAN (rumah baca aneuk nanggroe) Aceh pada 7 November 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Pendiri Lembaga Pendidikan RUMAN Aceh, Ahmad Arif di base camp mereka di gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh, Kamis 11 Oktober 2018.

“Pada pekan pertama bulan November nanti, rombongan mahasiswa USIM akan menggelar simulasi umrah di sekolah kita. Insya Allah akan diikuti oleh semua murid. Mulai dari kelas Kelompok bermain (KB) hingga TK kelas A dan B," ujar Arif.

Rombongan mahasiswa USIM tersebut, lanjut Arif menjelaskan, akan berada di Aceh dalam program GISO (global Islamic students outreach) atau semacam bakti social selama 7 hari. Simulasi umrah merupakan salah satu agenda mereka.

Sebelumnya, Nur Atifah, perwakilan mahasiswa USIM telah menghubungi Kepala Sekolah TK RUMAN Aceh, Rizky Sopya, S.Pd., via jaringan whatsApp.

“Saya Nur Atifah, kami dari Malaysia ingin mengadakan satu aktiviti di TK RUMAN Aceh pada 7/11/2018. Kami ingin mengadakan simulasi umrah, ambil masa dari pagi hingga ke tengah hari," ujar Atifah.

Kepala Sekolah TK RUMAN Aceh menyambut baik niat mulia tersebut. Karena pada simulasi atau manasik haji kolektif yang digelar pada 13/10/2018, hanya diikuti oleh anak-anak TK kelas B yang akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar.

“Dengan kegiatan mahasiswa USIM itu nanti, anak-anak kita kelas kelompok bermain atau play group dan TK A juga bisa mengenal tata cara pelaksanaan ibadah tersebut," ujar Rizky tersenyum.

Sebagai informasi, TK RUMAN Aceh dimulai sejak tahun ajaran 2015/2016 lalu. Setiap anak dhuafa mempunyai donatur tetap yang berbagi rezeki Rp 330.000 setiap bulannya untuk biaya pendidikan mereka. Pada tahun ajaran ini, dari total 81 murid, 59 anak dhuafa gratis, 15 anak berbayar sebagian dan 7 lainnya berbayar penuh.[]