Wagub: 2019 Nanti Semua Desa di Aceh Akan Mendapat Aliran Listrik.

"Tanpa ketersediaan yang cukup, niscaya ruang gerak kita akan terbatas. Investasi juga sulit masuk"

Wagub:  2019 Nanti Semua Desa di Aceh Akan Mendapat Aliran Listrik.
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, {Foto: Humas Aceh]

Wagub: 2019 Nanti Semua Desa di Aceh Akan Mendapat Aliran Listrik.

"Tanpa ketersediaan yang cukup, niscaya ruang gerak kita akan terbatas. Investasi juga sulit masuk"

Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menghadiri Launching Komitmen Pelayanan Teknik Era 2018 yang dilaksanakan PLN Wilayah Aceh, di Asrama Haji, Banda Aceh, Selasa, 10 April 2018. Komitmen pelayanan ini di antaranya meliputi Penampilan, Sikap, Senyum, Salam dan Sapa (PS4).

"Mudah-mudahan program ini dapat diimplementasikan secara merata di seluruh Aceh, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan energi listrik di daerah ini dapat segera teratasi," ujar Wagub dalam sambutannya.

Pemerintah Aceh menetapkan bahwa penyelesaian masalah ketersediaan energi listrik adalah salah satu prioritas ke depan, sebagaimana tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2017-2022.

Menurut Wagub Nova, masalah listrik dianggap sangat penting menjadi perhatian pemerintah, sebab kebutuhan energi listrik di Aceh terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Tanpa ketersediaan yang cukup, niscaya ruang gerak kita akan terbatas. Investasi juga sulit masuk, sebab dalam menjalankan gerak usaha, kebutuhan energi listrik adalah hal mutlak," kata Wagub.

Wagub Nova menyebutkan Pemerintah Aceh akan terus mendukung PLN agar mampu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, sehingga ketersediaan energi di daerah ini segera teratasi. Wagub juga menjelaskan, untuk saat ini tingkat elektrifikasi atau ketersediaan listrik di Aceh cukup tinggi, yakni 96,6 persen.

Selain itu, PLN Wilayah Aceh juga telah menargetkan, setidaknya pada tahun 2019 nanti semua desa di Aceh akan mendapat aliran listrik.

"Jika sasaran ini tercapai, maka Aceh merupakan provinsi pertama di luar Jawa yang memiliki rasio elektrifikasi 100 persen," kata Wagub.

Menurutnya perbaikan layanan dari seluruh personil PLN juga wajib ditingkatkan untuk mendukung pencapaian tersebut. Perbaikan layanan yang dimaksud di antaranya Penampilan Sikap Senyum, Salam dan Sapa (PS4), serta Sistem Layanan Satu Pintu untuk berbagai urusan kelistrikan. Kedua program inilah yang di-launching hari ini.

"Untuk itu saya meminta PLN Wilayah Aceh agar segera menyosialisasikan program ini ke berbagai daerah, sehingga informasinya cepat menyebar dan fasilitas serta kelebihan yang ditawarkan program itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Wagub.

Secara khusus, Wagub mengingatkan kepada pelanggan PLN, bahwa sebaik apapun layanan yang diberikan PLN akan sia-sia jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat.

"Lihat saja saat kejadian padamnya listrik di sebagian wilayah Aceh dan Sumut pada 25 Maret lalu, yang ternyata disebabkan oleh pencurian kabel oleh oknum tak bertanggungjawab. Meski kasus pencurian itu berlangsung di luar Aceh, tapi itu menjadi pelajaran bahwa pemeliharaan jaringan PLN harusnya menjadi tanggungjawab kita bersama," ujar Wagub.

Terakhir, Wagub juga mengingatkan masyarakat Aceh agar mempergunakan listrik dengan hemat. Jika tidak ada kebutuhan penting, listrik diimbau untuk dimatikan agar energi tidak terbuang percuma.

Sementara itu, General Manager PT. PLN Aceh, Jefri Rosiadi menjelaskan, PS4 ini merupakan pedoman tentang bagaimana kepatuhan petugas terhadap Standard Operational Procedure (SOP) yang telah ditentukan.

Menurut Jefri, PLN Aceh  bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yang berkompeten dalam mendukung kehandalan pasokan tenaga listrik. Di antaranya adalah Pengelolaan Pelayanan Teknik.

"Dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.376.483 pelanggan, waktu pelayanan 24 jam, Iokasi geografis yang sangat beragam dan tersebar di seluruh Provinsi Aceh, kehadiran Pelayanan Teknik yang baik akan sangat berpengaruh pada kepuasan peIanggan," ujar Jefri.[]