Buka Kebun Baru, Warga Bener Meriah Meninggal Tertimpa Pohon

Kami mendengar suara pohon yang akan rubuh, tidak berapa lama pohon Ramung yang kami bakar tersebut rubuh, setelah rubuh kami pun keluar dan pada saat itu kami melihat Rida telah tertimpa dahan pohon tersebut

Buka Kebun Baru, Warga Bener Meriah Meninggal Tertimpa Pohon
Jenazah Rida (38) saat dievakuasi oleh warga dari kebun di kawasan hutan Samarena Kecamatan Bukit. (Foto: Samsuddin)

Buka Kebun Baru, Warga Bener Meriah Meninggal Tertimpa Pohon

Kami mendengar suara pohon yang akan rubuh, tidak berapa lama pohon Ramung yang kami bakar tersebut rubuh, setelah rubuh kami pun keluar dan pada saat itu kami melihat Rida telah tertimpa dahan pohon tersebut

Bener Meriah - Rida (38) warga Kampung Tetanyung Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah bersama dua temannya Sukurdi (21) dan Jekan Ariato (20) warga Kampung Celala Kecamatan Celala Kabupaten Aceh Tengah berencana membuka kebun di kawasan hutan Samarena Kecamatan Bukit, namun naas baginya. Pasalnya pohon yang dibakar ternyata rubuh dan menimpa Rida hingga meninggal dunia.

Koronolgis kejadiannya menurut Sukardi,  saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute Kabupaten Bener Meriah Rabu 13 Desember 2017 mengatakan, mereka berencana mau membuka hutan di Samarena untuk kebun. Pada hari selasa kemarin kami bertiga membakar pohon itu namun tidak rubuh. 

"Sekitar pukul 24.00 malam itu saya bersama Jekan Ariato berada di dalam gubuk tempat kami menginap, sementara Rida masih di luar gubuk. Kami mendengar suara pohon yang akan rubuh, tidak berapa lama pohon Ramung yang kami bakar tersebut rubuh, setelah rubuh kami pun keluar dan pada saat itu kami melihat Rida telah tertimpa dahan pohon tersebut," paparnya.

Lanjutnya, kami pun lantas mengangkat tubuh Rida dari timpaan dahan pohon yang menimpanya, dan saat itu kami melihat Rida sudah tidak bernyawa lagi.

"Saat kami mengambil Rida, kaki dan kepalanya sudah berlumuran darah dan saat itu kondisinya sudah meninggal " kata Sukurdi.

"Malam itu, kami pun langsung membawa jenazahnya dari hutan dengan ditandu mengunakan kain sarung sejauh dengan jarak sekira 6 kilo, namun karena medan yang sulit untuk untuk sampai ke kampung, kami pun tidak sanggup untuk melanjutkannya malam itu dan terpaksa berhenti dan bermalam menunggu hari terang esoknya,". jelasnya.

Lanjutnya Sukurdi, paginya  sekitar pukul 09.00 wib, mereka bertemu dengan warga yang berkebun di daerah itu, dan meminjam hp nya guna untuk mengabarkan pihak keluarga atas musibah ini. Sekira jam 10 pihak keluarga Rida dan warga Kampung Tetanyung didampingi pihak kepolisian Polsek Bukit tiba dan mengevaluasi mayat Rida ke RSUD Muyang Kute guna untuk dioutopsi. 

Setelah dilakukan outopsi, pihak keluarga membawa jenazah Rida guna untuk dikebumikan di Kampung Tetanyung.[]