Warga Bener Meriah yang Dipasung Kini Dirujuk ke UPIP Datu Beru Takengon

Warga Bener Meriah yang Dipasung Kini Dirujuk ke UPIP Datu Beru Takengon
H, warga Amor Kabupaten Mesidah Kabupaten Bener Meriah saat akan dirujuk ke UPIP Datu Beru Takengon. (Foto: Samsuddin)

Warga Bener Meriah yang Dipasung Kini Dirujuk ke UPIP Datu Beru Takengon

Bener Meriah - H (36) warga Amor Kecamatan Mesidah Kabupaten Bener Meriah terpaksa dipasung dengan cara merantai kedua kakinya. Hal tersebut dilakukan pihak keluarga karena H mengalami gangguan jiwa dan senantiasa mengemuk bila kehabisan obat.

Menurut Kepala Puskesmas Mesidah Rizal saat dikonfirmasi acehnews.co via seluler, Kamis 9 November 2017 membenarkan jika salah satu warga Amor dipasung oleh pihak keluarganya lantaran H mengalami gangguan jiwa. 

" H, kondisinya sudah ketergantungan dengan obat yang diberikan pihak Puskesmas Mesidah, dan bila stok obatnya habis dia suka ngamuk ," katanya.

Rizal menambahkan, selama ini H mendapat perawatan dari dr. Putri Anggia namun kemarin (8/11), pihak Puskesmas Mesidah telah merujuk H ke UPIP Rumah Sakit Datu Beru Takengon. 

Sementara Staf Puskesmas Mesidah, Raudah mengatakan, Pemerintah Indonesia melalui kementerian sosial telah mewancanakan bebas pasung bagi masyarakat yang mengalami gangguan jiwa tahun 2017. Untuk itu, melalui kegiatan keswamasy (kesehatan jiwa masyarakat) hari ini dalam rangka bebas pasung H dirujuk ke UPIP Datu Beru Takengon. 

"Saat tim kesehatan dari Puskesmas Mesidah mendatangi rumah H, kondisi masih dirantai, kemudian kami melepas rantai yang mengikat kakinya, juga memakain pakaian H sebelum dibawa. Dan saat tim kesehatan turun kerumah H, mereka turut didampingi kepala kampung setempat.[]